Tampilkan postingan dengan label indahphotograph. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indahphotograph. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

Lagi "G*ndeng"

Sebenernya aku tidak pernah tau ide apa yang muncul di otak, tiba tiba datang, tiba tiba berlalu juga. Awalnya karena males di kosan, modal ngajakin anak buat jalan-jalan ke UB alias buat "gendeng". Ngapain coba jalan jalan ke UB??!! Ya sudahlah...

Udah masuk UB, my eyes as viewfinder mulai bekerja. Ada pohon, ada gedung, ada ranting, ada daun...Fuallaa~~~Mau coba coba? (Kata mataku) Boleh siapa takut, tapi kalo hasilnya ueleek tanggungjawab hahaha (Batinku)

Temenku yang nggak tau apa-apa dan dengan KEBETULAN yang bego menurutku, dia bawa tas ransel. BAGUS!!! Aku sumpelin tuh tasnya pake ranting sama daun. Salahku?! Diliatin beberapa anak UB bawa semak-semak, mata mereka mengintimidasi banget -__- ya elah iyee ntar aku balikin, segitunya sama semak belukar...

Sampe kosan aku obrak-abrik tuh semuanya sambil mikir aku tuh sebenernya minat nggak sih di dunia fotografi, moto aja nunggu jadi "gendeng" dulu, nunggu mood dulu, nunggu malu-maluin dulu...ah taulah...yang penting aku nikmatin. Bagus nggak bagus yang penting #akurapopo

Dan jadilah ini.....


*Burung siapa tuh nangkring, baru tau -__-


*Bayangin tas temenku dalemnya rimbun begituan. Dia marah dikit, tapi banyak di kosan haha karena alasan awalku buat penelitian. Yang bego siapa coba? :p sepurane....


*Botol UC1000 berguna :D


Terima kasih botol UC1000 dan reranting UB berkat dirimu aku sudah nggak "gendeng" lagi di kosan :)


Sabtu, 11 Januari 2014

1000 Pintu Berhantu






Fotonya dikit hehe soalnya ada kejadian yang membuat saya sungkan mengambil gambar banyak banyak. Semacam diganggu sama penunggu tempat tersebut. 5 menit pertama kondisiku masih sehat walafiat, masih asik jepret sana sini, 10 menit masih fresh, 20 menit terasa ada yang mengikuti kesendirian saya saat hunting foto. Saya biarkan saja. 30 menit berlalu kepala mulai pusing, pundak mulai berat, kaki terasa seperti di pegangi. Eh..ternyata ada yang menghambat saya. Auranya terasa sekali. Apalagi saat aku mulai mengeksplor tempat-tempat tersembunyi di lantai teratas tempat ini. Makin menjadi-jadi. Sekujur tubuh terasa panas, keringat mulai bercucuran dan berjalanpun terasa lambat. Ada yang aneh.


Padahal cuaca saat itu berawan dengan angin sepoi-sepoi. Perut sudah terisi, mandi juga sudah. Ku tengok pengunjung sekitar tak ada yang tampak lelah dengan kondisi tubuh yang kepanasan malah mereka tampak menikmati. Aku butuh air. Lalu aku turun, yang pertama kutemui adalah papaku. Dengan muka kemerahan, aku berkata sambil nyengir "Pah, disini banyak setannya ya". The end.



Sepenggal kisah. Waktu kecil aku bisa melihat hal hal yang tidak semua orang bisa melihat. Iya, rumahku ternyata angker. Ada pohon mangga besar. Disitu tempatku bermain dan disitu pula si pocong dan kawan kawan mengintai. Tiap jam 12 malam sampai jam 3 pagi buta, "mereka" selalu gentayangan. Kaum pocong dan orang-orangan hitam selalu berdiri disudut kamarku. Karena masih kecil, aku hanya bisa merengek dan menangis. Hingga suatu saat aku dan keluarga harus pindah rumah dengan alasan kesehatanku. Akhirnya rumah itu disewakan. Si setan ternyata membayangi keluarga si penyewa, korbannya selalu anak-anak. Anak mereka dihantui juga, lalu mereka pindah karena tidak tahan berlama-lama di rumahku. Usut punya usut yang menjadi penunggu rumah adalah kuntilanak tapi si kunti tak pernah menampakkan dirinya langsung didepanku, yang ada malah bentuk teman teman kunti yang lain atau berbentuk mirip papahku atau orang orang terdekat.

10 tahun berlalu, aku menyandang status menjadi seorang mahasiswa semester 1, keluarga memutuskan pindah lagi ke rumah itu dengan alasan agar tempat kerja papah lebih dekat. Masih terasa bayangan dan perasaan aneh kala aku menginjak rumah itu. Masih teringat jelas rupa si permen lolipop (red : pocong) yang selalu bersandar di pojok ruangan kamarku dulu. 10 tahun ditinggalkan dan ditahun kembalinya kami, keluarga memutuskan untuk merenovasi rumah. Kabarnya, saat si penyewa memutuskan untuk pindah, dipindah juga si kuntilanak dari rumahku oleh orang pintar dan beliau bercerita bahwa dulu si kunti ini suka menempel dan mengikutiku. 

Malam pertama menginap di rumah masa kecilku itu tampak biasa saja tapi pada suatu hari ada kejadian terakhir yang membuatku kabur untuk pertama kalinya. Saat malam tiba, kebetulan aku ingin tidur sendirian (biasanya tidur sama kakak atau mamah), bergegaslah aku ke kamar paling belakang untuk mengambil selimut. Didepanku tergeletak cermin yang besar. Bayangan cerminnya menembus sampai belakang memperlihatkan pintu kamar dan kayu-kayunya yang mulai lapuk. Tak kusangka saat kuperhatikan dalam dalam, ada orang lewat. Itu papahku. Benar itu papahku memakai celana santai bercorak biru, tapi tak berbadan! Kakinya saja yang berjalan melintasi pintu! Sangat jelas hingga membuatku membatu. Satu satunya jalan adalah kabur menuju kamar kakak laki-lakiku. 

Sejak saat itu aku sudah tidak pernah lagi melihat hal- hal yang tidak senonoh yang mestinya tidak ingin kulihat. Hanya mampu merasakan keberadaannya :)

by : Indah




Sabtu, 09 November 2013

[SEMPU]RNA



Sisa sisa memori sempu yang baru terekspose sekarang setelah sekian lama mendekam dibalik bingkai leptop :)













Sempu, Malang, Jawa Timur, Indonesia
by : Indah

Senin, 05 Agustus 2013

Kepingan Warna







Kepingan warna seperti hidup kita di dunia 
Kadang muncul warna warna abstrak tak dikenal yang membuat kita bingung untuk memutuskan, itu warna apa?
Photo hunter kembali dengan foto foto yang belum di publish di blog hehe


Bersarang di Semarang


On the road menuju Semarang


Menengok ada yang terbit di kiri jalan


Selamat Datang di Kota BSB (Bukit Semarang Baru)



 Kebun Bunga di Daerah Bandungan




Alam yang belum pernah terjamah 



Photo Hunter posting foto lama yang belum sempat terposting :)




Selasa, 04 Juni 2013

Ke(m)Bali Dari Belgia


Selamat datang kamu yang identik dengan budaya 
Peninggalan asli layaknya kastil yang terkokoh sepanjang abad
Melekat erat aroma religius
Persepsi utama adalah Bali 
Tentu saja!
Photo hunter sedang ada di Bali !!! :p









 Ya, saya bohong :D 

*****
Episode kali ini menjelajah ke tiga candi masih diMalang-malang saja yang masih Indonesia; Candi Badut, Candi Jago dan Candi Kidal. Berada ditengah pemukian masih berdiri kokoh bangunan dengan arsitektur yang sejarah 'banget' :D. Yang berbeda dari episode kali ini adalah kedatangan tamu dari negeri antah brantah 'Belgia' :) Welcome to our history!



Perjalanan dimulai, Candi Badut jadi sasaran utama lensa. Kali pertama lensa ini menangkap bangunan bersejarah dan itu langsung candi-candi. Sempat bingung bagaimana memulai feel agar menyatu dengan masa lalu. 


Tak pernah terpikirkan ruangan ini dibuat apa waktu jaman lampau. Semua serba batu, keras dan lumutan. Aromanya benar-benar lembab.


Beralih ke Candi selanjutnya, lebih besar dari pada yang pertama dan lebih indah. Seketika langitnya membiru, cuaca sangat cerah tak tampak kalau ini di Malang semacam berada di Bali atau di Jogja mungkin.


Candi terakhir bahkan lebih kecil seperti gapura. Yang menonjol adalah muka seram yang tak taulah siapa gerangan terpampang dengan taring yang super, mata melotot ingin loncat. Aromanya lebih unik dari yang pertama dan kedua. Bau-bauan dupa bercampur kandang ayam. So sweet kan :D karena ini berada ditengah-tengah dua kandang ayam masyarakat.

Lantas apa yang menarik dan membuat photo hunter makin unik?


 Setelah seolah-olah ke (m) Bali langsung diluar skenario, melanconglah ke Masjid turen dengan mitos bangunan yang dibangun dari Jin. Hal terseru dan menyenangkan tanpa persiapan. 




Singkat cerita dibalik ini semua adalah para photo hunter. Yang bikin beda adalah munculnya Briox teman baru dari negeri asal coklat Magnum berada. Belgia :D



Benar-benar seharian bareng bule itu unforgettable moment. Baru 18 tahun tapi cara menjawabnya lebih dewasa dari pada yang dikira. Awal perkenalan berasa shock culture tapi lama-lama terbiasa jadi bercanda. Dengan modal bahasa inggris yang sama sama acak kadut semakin cepat akrab dengan cara yang menarik.   Lucunya karena tanpa persiapan untuk perjalanan jauh, kaki ini mendadak jadi belang akibat sandal jepit, begitu juga kaki Briox yang mulai terbakar sinar matahari. Banyak yang diungkapkan, berbincang soal budaya. Belajar bahasa perancis hingga yang paling romantis.


We love Indonesia :p

Dengan begini kita menjadi tau melalui pengalaman yang baru
Teman baru dari jauh bukan sekedar sejengkal atau dua jengkal menyebrang provinsi tapi antar negara
Meski hanya sehari tapi akan menjadi pengalaman seumur hidup
Ada rasa damai dan tenang saat menikmati hal-hal yang unik 
Seperti tak ingin kembali, ingin tetap disitu
Kebali-balian dan kebelgia-belgiaan
Menyenangkan

''Ketika kamu sendiri orang akan cenderung lebih menghormati dan bersikap terbuka dari pada kamu bergerombol, so i am a loner" -- Briox