Tampilkan postingan dengan label Sepanjang22tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepanjang22tahun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2015

Haru biru pekerjaanku-- Perjalanan 2015

Kerja yang paling enak adalah hobi yang dibayar. Kata orang begitu, tapi bagiku itu di luar dugaan.

Ceritanya sudah hampir 12 bulan aku mulai merasakan ‘lenggang’. Aku berupah tapi dari uang orang tua. 2 Bulan pertama dari bulan Januari sampai Februari, Aku isi dengan kegiatan yudisium dan wisuda. 

Ketika SKL (Surat Keterangan Lulus) sudah didapat, aku berusaha menjadi Tarzan yang terjun ke hutan. Kata orang Welcome to The Real Jungle, kamu harus berjuang demi mendapat pekerjaan dengan upah yang layak. 

Karena kamu S1 patok hargamu di atas UMR, begitu kata Ayah. Tapi entah kenapa masih ada pikiran dan hati yang mengganjal. Terlebih, tak ada bayangan sama sekali aku akan kerja di kantoran.

Aku mulai melamar di perusahaan ini itu, aku menjalaninya sejak sebelum wisuda. Mengikuti job fair, membuat CV dan tetek bengeknya hingga membeli baju yang pantas untuk menghadapi dunia kerja. 

Itu semua ku lakukan demi apa? Demi uang ternyata, demi menjawab pertanyaan tetangga ‘Kerja dimana sekarang?’, dan demi status sosial sebagai wanita karir.

Setelah wisuda bulan Maret ada panggilan pertama dari sebuah perusaan makanan di Surabaya, aku merasakan apa yang namanya interview awal. Gugup, membeku, kagok semua ku alami padahal cuma ditanya kegiatanmu sehari-hari apa?. Panggilan kerja pertama gagal, tak masalah aku masih santai menanggapinya.

Tak lama sekitar bulan April hingga Mei perusahaan kereta api memanggilku untuk mengikuti tes di Madiun, Tes Administrasi--Interview Awal--Psikotes--Kesehatan hingga Interview User. Rentetan itu ku ikuti hingga akhirnya gagal. Aku sedikit mengecewakan orang tua karena gagal di perusahaan BUMN. Ya, tau sendirilah bekerja di BUMN adalah pekerjaan termakmur untuk masa depan.

Bulan Juni dan Juli ku habiskan masa menghadiri Job Fair hampir setiap minggu aku datangi meski tak membuahkan hasil. Entah kenapa aku masih woles dan masih tak ada gambaran bahwa aku akan berada di kantoran.

Setelah itu sekitar bulan Agustus aku kembali dipanggil perusahaan untuk menjalankan interview, beberapa kali malah. Dari klinik kecantikan, pabrik sarung dan Industri pembuat spare part motor. Perusahaan dengan nama besar sering kali memanggilku tapi nyatanya masih gagal juga. Aku cuma senyum-senyum aja, menyerahpun tidak, sesekali bingung iya. Mungkin mulai merasakan 'tak nyaman' berada di rumah terus menerus.

Sejak itu aku mulai berpikir, mungkin aku harus mulai merubah pola kegiatan agar tidak monoton. Kenapa aku harus frustasi untuk getol mendapat pekerjaan kantoran jika memang jalannya tidak pernah di situ.

Terkadang feeling itu selalu kutepis, berasa membohongi diri sendiri bahwa sesungguhnya aku juga tak pernah ada bayangan untuk bekerja di perusahaan dengan nama besar. Jangan-jangan aku nanti punya perusahaan senidiri? sempat aku iseng berpikir demikian. 

Terlalu fokus mencari pekerjaan membuatku lupa untuk menggali potensi lain yang kumiliki. Menulis, Fotografi, Membuat kerajinan tangan. Iya, aku suka homemade. Aku suka mengumpulkan benda-benda kecil untuk dijadikan koleksi, bahkan mainan koin-koinan waktu SD masih ada. 

Bulan September, masih mengikuti job fair hingga aku hafal di luar kepala bagaimana sistemnya, tapi masih tak ada hasil. Mungkin aku butuh piknik. Ku buka lagi blog lamaku, menuliskan sebuah cerita yang telah lama tak pernah kutekuni lagi. Saat ku publish aku ingin sesuatu yang baru, Oh..ya aku publish saja di komunitas. 

Satu cerita yang ku publish di komunitas baruku justru lebih membuahkan hasil meski hasilnya bukan materi. Ceritaku banyak dinikmati banyak orang, tepatnya para pecinta K-Pop. Banyak pujian yang kudapat, hingga ada satu rasa yang telah lama hilang muncul kembali. Passion.

Aku jadi happy, seperti keluar dari belenggu. Aku merasa kabur dari dunia nyata melalui tulisan, melalui khayalan Korea yang mestinya sudah ku tinggalkan. Nyatanya aku tak pernah bisa move on, aku masih pulang kampung. 

Menjadi sang pemimpi, lalu muncul sebuah doa. Doa dari anak cerewet yang suka berkhayal. Berharap ada yang bisa mempercayai passionku untuk di bayar. Entah itu tulisan atau hasil fotoku.

Sepertinya tak mungkin, bodohnya lagi aku masih minder-mindernya untuk mempertontonkan tulisanku yang abal-abal. Pasti tak ada yang percaya.

Pertengahan September setelah ku update status di BBM perihal cerpenku, satu hal yang masih kuingat dan  cepat sekali Tuhan menjawab doaku. Ada satu tawaran berupa lowongan pekerjaan untuk menulis artikel. Aku hening. Merasa senang tapi juga aneh. 

Senang sebab Tuhan masih bercanda denganku, aneh karena tak percaya ternyata pekerjaan itu ada dan datang menghampiriku. Kupikir matang-matang tapi tak ada salahnya mencoba. Aku meng-iya-kan tawaran itu, namun lagi-lagi Tuhan selalu suka tarik ulur. Aku ditolak. 

Kesempatan selalu cepat datang dan juga cepat pergi. Aku diam saja, kubiarkan itu berlalu. Toh untuk menuju hobi yang dibayar bukan perkara mudah. Mengingat hobiku yang satu ini adalah menulis. Aku bisa jadi wartawan, aku bisa jadi penulis tapi masih belum ada tuntutan ke sana. 

Setengah otakku masih dipengaruhi oleh sistem-sistem kekal yang menyatakan bahwa harus bekerja menjadi buruh, bukan dibentuk untuk meyakini bekerja sesuai passion. Congrats-lah bagi yang bisa bekerja sesuai passion, seribu satu. Tapi sepertinya jauh dari pemikiranku.

Akhir September, telingaku kembali mendengar ada kesempatan emas dari seorang teman sekaligus rekan kerja bisnis online shopku. Dia menawarkan jika temannya membuka lowongan penulis. Ada rasa ragu tapi juga ingin mencoba lagi. Akhirnya dengan tekat yang kuat dan kepercayaan diri maksimal aku kirimkan melalui email contoh tulisanku. 

Judulnya kalau tidak salah 'Jangan Pernah Remehkan Galau, Dia Punya 6 Manfaat Yang Perlu Dipahami'. Kala itu, aku memang suka menulis tulisan yang bisa ku selipi acara curhat.

Beberapa hari kutunggu sambil memikirkan kemungkinan terburuk. Pertanyaan-pertanyaan sering kali timbul tenggelam. Apa sudah tepat keputusanku. Apa aku sudah menyerah untuk mencari pekerjaan yang diinginkan orang tua dan tetangga? Sebagai wanita karir yang bekerja dikantoran dengan ruangan ber-AC ?

Kalau memang jalanku adalah hobi yang dibayar, mungkin aku harus terjun dulu dari pada sekedar berangan-angan.

Mungkin hari sabtu, masih akhir bulan September, tulisanku terpilih dan aku harus bertanggung jawab. Aku diterima menjadi salah satu penulis freelance di web yang akupun tidak tau namanya. 

Setelah ba—bi—bu melalui proses komitmen dan briefing aku mendeklarasikan diriku sebagai pekerja freelance. Aku mendeadline diriku sendiri, dibulan pertama aku akan rehat mencari pekerjaan lain. Istilahnya aku harus menikmati dulu, mencari pengalaman bekerja untuk pertama kalinya. Meski bekerja di rumah, mengandalkan tethering dan leptop. 

See, ternyata bukan pekerjaan kantoran yang datang. Feelingku terbukti kali ini tapi itu tak menentukan apapun. Perjalananku masih panjang.

1 Oktober, hari ulang tahun sekaligus lahirnya Wovgo

Wovgo nama website yang aku naungi sekarang, sejak 1 Oktober 2015.



Aku terus berkata bahwa Tuhan bercanda padaku tiap bulannya, dan sekarang DIA memberiku kejutan kecil tepat di hari ulang tahunku sebuah pekerjaan. Antara bersyukur dan dag dig dug. Aku tak punya pengalaman apapun selain menyukai kata-kata, bahkan aku sudah jarang untuk membaca buku. 

Jalani saja pasti ada titik temu.

November 2015, mendekati akhir tahun. Ternyata aku bisa enjoy bekerja dengan cara seperti ini. Apa mungkin masih semangat-semangatnya atau entah bagaimana yang jelas aku dibawa menjelajah ke tempat-tempat yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. 

Menulis tema yang bermacam-macam. Sehari 3 artikel, jika ditotal bisa mencapai 50an lebih artikel per bulan. Itu adalah tantangan tersendiri. Ah..andai kedua orang tuaku bisa membacanya. Mungkin mereka merasakan apa yang aku rasakan. 

Aku cukup menjadi introvert ketika di rumah. Ekstrovert ketika dihadapan leptop dan bertemu teman-teman lama ataupun yang baru. Beberapa dari mereka mendeskripsikanku sebagai ‘Goddess of Ngecemes’. Tapi jika di rumah aku memilih diam seribu kata kalau disuruh mengungkapkan soal perasaanku yang sesungguhnya.

Pertengahan November, aku mulai goyah. Goyah karena tekanan dari keluarga yang masih menuntutku mencari pekerjaan. Mau tak mau aku kembali melamar di berbagai perusahaan. Aku mendapat panggilan dari perusahaan wafer dan biskuit lagi. Masih dengan embel-embel perusahaan besar dan aku melalui berbagai tes. Interview awal--Psikotes--Interview User hingga Tes praktik sosial media. Mengesankan, aku diiming-iming gaji 3 kali lipat lebih besar dari gaji freelanceku. 

Di momen-momen itu, rasanya kacau. Tuhan selalu bermain-main denganku. Memberi pilihan yang rumit. Yang bisa kulakukan adalah memikirkan kemungkinan yang terjadi. ‘Jika aku diterima’ dan ‘Jika aku tidak diterima’ hanya rencana sistematis yang membuatku tenang. 

Ketika menjalani tes, aku berkata bahwa aku bekerja di Wovgo, aku senang menjalani pekerjaanku sekarang dan berniat ingin tetap melanjutkan. Kasarannya, aku menawarkan diri agar perusahaan itu mau menerima kondisiku yang seperti ini dengan semua konsekuensi yang siap ku pertanggung jawabkan. 

Dititik itu jujur adalah cara terbaik. Ucapan itu keluar dengan polosnya. Tak lama, hasilnya adalah aku tidak diterima. 

Menanggapi hal itu, antara suka dan duka. Suka karena ternyata aku masih bisa utuh dengan pekerjaan yang merupakan passion, dukanya adalah aku tak membawa kabar baik bagi ke dua orang tuaku. Semua memang butuh pengorbanan.

Parahnya lagi, masih di bulan yang sama aku mendapat 3 panggilan sekaligus. 2 yang lainnya adalah salah satu media cetak dan perusahaan saham. Namun aku tidak pernah datang karena alasan bentrok jadwal tes perusahaan biskuit tadi.

Sekarang, kalau ditanya ke depannya seperti apa. Ini udah masuk bulan Desember loh. Mungkin aku harus menunggu kejutan lain dari Tuhan. Yang terpenting, aku harus komitmen pada diriku sendiri. Pelajaran yang sesungguhnya adalah fokus pada hal yang ingin dicapai. Tahun depan aku harus mencapai apa. 

Terbelesit keinginan untuk menyegerakan menikah mungkin itu bisa jadi resolusi di tahun 2016. Aku tidak pernah munafik, aku hanya seorang wanita yang punya impian besar tapi juga ingin kurintis sendiri.

 Bisa dibilang tidak bermain terlalu keras tapi juga butuh uang. Ingin mandiri tapi juga butuh pendamping masa depan.

Ah..sudahlah.

by : Indah

Selasa, 15 September 2015

Berhenti Untuk Menanti

Karena semua ini hidup.
Aku hanya ingin berhenti, berhenti untuk menunggu.
Mencoba sesuatu yang konsisten, sesuatu yang baru boleh, tapi tidak untuk menunggu.
Bosan tapi juga tak mampu menuntut. Sabar.

Dunia mengajarkanku berbagai macam hal. Tak hanya melihat dari pengalaman tapi juga belajar untuk mendengarkan banyak kisah.
Membuat satu kesalahan yang pada akhirnya seolah dicerca habis-habisan. Merasa dikecewakan dan mengecewakan, belajar bersyukur atas keadaan sesekali menuntut. Mencintai dan dicintai. Menghianati tapi pernah dikhianati. Semua rasa pernah kuterjang menjadi tidak pasti. Luap. Sampai tiada henti ku merintih, tawapun menjadi-jadi. Gila. Depresi.

Ada satu waktu aku ingin kabur. Melepas semua yang ada tapi itu sia-sia karena dengan berlari tak akan pernah menyelesaikan masalah.
Mungkin sudah saatnya bukan lagi dititik aku harus menangis tapi realistis. Menjalani yang sudah terjadi. Melalui yang sudah lewat. Melewati jalan baru, berusaha menjauhi persimpangan agar tak bimbang. Mengawali kembali. Semangat kudaki. Kata seorang sahabat “Mungkin saat ini adalah momen merangkak untuk mendaki”. Walau harus melalui sebuah penantian.

Menanti. Menanti. Menanti.
Kapan aku bisa berhenti? Berhenti untuk menanti. 

By : Indah
Inspirated by : 80% Mirror experience 15% You 5% Friend

Kamis, 03 September 2015

Last Kiss - Intro


Jelas, rasanya ada yang hilang. Kamu dengan sistematis menjalankan kesibukan dan aku dengan begitu berat berusaha kembali normal. Tanpa kamu sayang. Tanpa ucapan "morning love" atau sekedar emoticon kiss yang seakan-akan itu menjadi hal yang sangat mendalam. Tanpa senyumanmu yang penuh teka-teki, berusaha kupikir keras apa makna setiap seringai dari bibirmu. Aku hanya tertegun memandangmu sambil berujar dalam hati when you smiled and all i could think was 'Oh shit'.
 

Kamu pria spesial yang pernah mengisi relung hatiku. Berbeda dengan yang lain, mungkin benar seperti katamu. Perlu pasukan khusus untuk memahamimu yang bergolongan darah A, bertubuh bidang yang hangat ketika kupeluk. Masih ingat sayang? You have a good manner to treat me well...very smooth. Berjalan begitu mudah seperti kita sepasang kekasih. 10 detik pelukanmu membuatku lupa. Kita sama-sama lupa. Meluruhkan setiap kerinduan yang mengekang. Sederhananya, karena dalam dekap, beban seolah lenyap. Itu versi pandangan perasaan. Jika boleh kuperjelas paparan ilmiahnya, sentuhan orang yang kita sayangi dapat meningkatkan jumlah hemoglobin dalam darah sehingga menghasilkan rasa tenang dan pemulihan rasa sakit. Itu mengapa berpelukan membuat orang merasa lebih baik? Lucu ya? Aku sudah pandai mengikuti alur berfikir pria perfeksionis sepertimu. Hanya saja aku ingin terbawa perasaan saat ini, bolehlah  aku menuruti imajiku dengan beandai, when i'm with you, i feel safe from the things that hurt me inside.



Nyatanya tidak berhenti sampai disitu sayang..
Lagu Taylor Swift menggerus hatiku. Iya cinta, coba kamu putar yang berjudul Last Kiss.
Seperti merobek ingatan. Banyak dari liriknya yang begitu jujur.

I still remember the look on your face.
Lit through the darkness at 1:58.
The words that you whispered
For just us to know
*Hanya kita yang tau :')
You told me you loved me
So why did you go
Away

.....
That July ninth
The beat of your heart
It jumps through your shirt
I can still feel your arms

....
All that I know is
I don't know how to be something you missed
 
*Aku benar benar tak tahu caranya menjadi yang kamu rindukan, sayang :')
Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips

....
I love how you walk with your hands in your pockets
How you kissed me when I was in the middle of saying something
There's not a day I don't miss those rude interruptions
 
*Tiada hari tak kurindukan gangguan tak sopanmu itu*
....
So I'll watch your life in pictures like I used to watch you sleep  
*Maka kan kulihat hidupmu dalam gambar seperti dulu kulihat kau terlelap*
And I feel you forget me like I used to feel you breathe
....
Just like our last kiss
Forever the name on my lips
Just like our last


Seperti ciuman terakhir kita. Terasa begitu nyata. Liriknya begitu sempurna menggambarkan awal dan akhir cerita kita. Tak perlu lagi kugambarkan betapa menyejukkan momen itu. Biarkan mengalir seperti rahasia kita sekarang. Aku masih melebih-lebihkanmu meski kamu tak pernah terlihat lagi. Meski kita tak pernah lagi bertemu atau saling kontak padahal jelas tertera masih ada nomormu tersimpan, masih ada sambungan dunia maya yang selalu mengingatkan, bahwa kita hanya butuh satu klik untuk mengatakan "sedang apa?". Herannya itu tak pernah terjadi, kita menahan diri tapi aku tak pernah mengerti menahan diri versimu seperti apa. Sedangkan yang kupahami adalah aku menahan diri agar tak terlihat begitu rindu. Tak tampak begitu kehilangan. Aku belajar menghargai kediammanmu dengan cara menahan. Apa kamu merasakan hal yang sama?

Aku percaya padamu sayang, hingga dititik aku akan melihatmu bersanding dengan wanita lain. Dengan wanita yang pasti bersamamu selamanya. Biarkan aku dengan penyakit Caraphernelia. Penyakit patah hati yang setiap kali seseorang rasakan ketika ditinggalkan pasangannya, menyebabkan kenangan yang menyakitkan. Lagi-lagi aku berbicara ilmiah agar kau lebih paham. Tapi aku yakin kamupun memiliki hati yang kamu yakini, tanpa harus berjalan beriringan dengan logika.

Aku hanya pemerhati setiap detail kecilmu dengan kacamata perasaan, hanya mampu berjuang melalui tulisan yang sangat panjang sedangkan kamu pria dengan segala teka-teki, membuat semua orang cemburu saat melihat kita berucumbu. Kamu berhasil membuat segalanya indah namun juga patah dalam satu kali hentakan.

Love you


by : Indah

Inspired by : 
50% mirror experience, 20% Pinteres, 10% Taylor Swift, 10% Logika, 5% Drama, 5%Toilet
Note : 
Ini intro menuju the real story of one shot, ibarat skripsi mungkin ini abstraknya *opo seh lak mesti author absurd, gak elegan blas*










Selasa, 11 Agustus 2015

Hari Setelah Keputusanku (Dont Cry)

Aku hanya terdiam setiap malam. Membayangkan kenangan kita selama ini.
Sekilas tak hanya indah tapi begitu terluka. Cinta membuat kita berubah.
Keputusanku merupakan hal yang gila. Membuat semuanya hampa.
Tak ingin kembali mencinta rasanya. Hanya menyalahkan keadaan dan jarak.
Iya, nyatanya aku membenci jarak kita. Jarak yang sulit kau tempuh begitu juga denganku.
Andai kau ada di sini atau mencoba sekedar membujukku dengan rayuan suaramu.
Karena tulisan tak berarti apa apa. Tulisan tak mengubah apapun, mereka tak pernah nyata.
Bahasa tulisan tak pernah membuatku berkutik atau luluh.

Our LOVE changed so easily
Only scars remained within our greediness gotta let you go and please dont cry
I was so mean to you
I hurt you because i foolishly didnt know what to do with myself and please dont cry

Mempersiapkan diri untuk kembali padamu adalah hal yang kuidam-idamkan. Tapi apa dirimu sudah menutup semua pintu?
Pintu maaf dan kesempatan masih terbuka untukmu, perjuangkan aku tanpa lelah.
Setiap detailmu masih kuingat jelas dan tersusun rapi di dalam saraf otakku.
Tak kubiarkan orang lain menyentuhmu, sayang.
Jangan bersedih.

Is this the end of us? Just until the time the world lets us be together
It's okay baby, please dont cry
The long journey has ended but we will run into each other someday
Lets meet again if we're born again
Beberapa bulan ke depan, aku ingin kita bertemu lagi dengan keadaan baik baik saja. Masih seperti dulu...
Dengan kemantapan diri dan segala persiapannya. Aku dengan bangga membawamu menjadi pendampingku.
Itu hanya jika kau ingin kembali. Tanpa mengingat betapa buruknya jika kita bertentangan.

We fought every single day
I dont know why i was that mad but i cried every night
Baby i cried..
You were so indifferent towards me
You left me alone for many nights
Baby i cried...

I'll think of our beautiful memories
Whenever i cry please stop being hurt now and please dont cry
Its okay baby, please dont cry


Ketahuilah, semua bukan final. Masih banyak jalan untuk Tuhan mempertemukan kita. Optimislah.
Fokuslah dengan keadaan sekarang. Jangan jatuh sekarang..masih banyak kesempatan.
Untukmu 2 tahunku.

By : Indah
Song : Park Bom - Dont Cry

Rabu, 01 Juli 2015

Wild Tales : We Can All Lose Control



Aku berusaha cerita tanpa adanya urutan skenario film Wild Tales .  Aku juga tidak akan berbicara soal kapan waktu tayang atau dari mana film ini berasal bisa dilihat di Google.

Wild Tales,  jika mendengar namanya  itu seperti salah satu fim yang menyangkut  hal-hal mengenai keliaran atau kekejian tapi secara garis besar, film ini merupakan gabungan 6 cerita yang menurutku tentang adanya “sebab-akibat”. Orang  menjadi tertekan karena keadaan lingkungan dan pada akhirnya kehilangan kendali atas dirinya.


Cerita pertama, mengisahkan adanya pembajakan pesawat oleh seorang pemuda (Pilot pesawat). Kenapa membajak pesawat? Karena dia dendam dengan semua orang yang pernah membuat masalah dengan dirinya. Orang – orang (penumpang pesawat) yang pernah menghancurkan kisah percintaannya hingga orang-orang yang menghancurkan karir kehidupannya. Dikumpulkan menjadi satu sebagai penumpang di salah satu pesawat boeing. Bagaimana caranya dia menyatukan seluruh penumpang? Di film itu tidak dijelaskan secara spesifik tapi apa yang membuat ketahuan bahwa seluruh penumpang baru menyadari kalau pesawat dibajak kemudian dijatuhkan oleh Pilot? Dialog acak. Dialog 2 orang  penumpang yang bercerita tentang satu nama yaitu nama pilot itu dan secara spontan lawan bicaranya merasa kenal dengan nama tersebut tapi dengan peran dan kepentingan yang berbeda. Serunya di sini. Ketika dialog itu terjadi, ada beberapa penumpang yang menguping pembicaraan dialog acak antar dua orang ini, kemudian menyadari bahwa orang yang dimaksudkan adalah orang yang sama yang juga pernah mengalami masalah berat dengan dirinya begitu juga dengan seluruh penumpang yang ada di Pesawat tapi dengan kasus yang berbeda-beda. Ketika mereka sadar bahwa mereka memang sengaja dipertemukan di Pesawat, di saat itulah nyawa seluruh penumpang beserta pilot tidak lagi terselamatkan.

Ini baru cerita pembuka dan menurutku luar biasa karena membuatku berpikir bahwa suatu saat akan ada kejadian seperti ini, karena “kendali seseorang  terhadap dirinya mempunyai batasan” begitu terasa di film ini. Tampak nyata.

Cerita kedua sampai lima, aku harap kalian harus menonton sendiri karena tidak akan berkesan jika aku terlalu banyak spoiler. Langsung ke cerita penutup yang paling favorit menurutku. Tentang cinta.



Pesta pernikahan antara Romina dan Ariel. Romina benar-benar bahagia dalam hidupnya karena menikah dengan pria idamannya Ariel. Pesta berlangsung meriah dan benar-benar membuat semua orang ikut berdansa untuk kebahagiaan kedua mempelai. Tak lama ketika acara dansa usai, Romina bergegas memenuhi panggilan salah seorang tamu yang ingin dikenalkan dengan teman-teman sejawatnya termasuk teman-teman Ariel yang di undang di pesta. Ketika Romina menjelaskan salah satu teman wanita Ariel yang bernama Lourdes, Romina melihat dari kejauhan betapa Ariel menyentuh Lourdes dengan sangat mesra dan lembut layaknya pasangan kekasih. Di situlah insting seorang Romina yang mencintai Ariel sepenuh hati berkata bahwa Lourdes adalah selingkuhan Ariel selama ini.

Romina menguatkan diri untuk membuktikan asumsinya dengan mengambil handphone dan mencoba menelpon salah satu normor yang diberi nama “guru gitar Ariel” nampaknya asumsi Romina benar. Tak lama, dering handphone itu diangkat oleh Lourdes yang sedang duduk sebagai tamu undangan di salah satu meja bundar. Dari jauh Romina tersentak, amarah tak tertandingi mengontrol jiwa dan hatinya. Hanya ada rasa sakit dan amarah. Cintanya tak lagi tampak, pernikahan indahnya tak lagi bahagia. Lourdes segera menutup telpon, dia tau bahwa ketahuan Romina. Senyum keruh tampak pada bibir Romina, dia mengajak dansa Ariel untuk pembuktian berikutnya bahwa benar Ariel selingkuh. Romina memberikan beberapa pertanyaan menyangkut siapa guru gitarnya?  Ariel berkilah dan berkilah hingga Romina menarik kesimpulan tidaklah mungkin di dunia ini banyak orang menjual handphone berbagai merk dan seorang guru menjual handphone bekas kepada Lourdes jika bukan guru itu adalah Lourdes sendiri. Ariel membeku, wajahnya membiru. Romina melontarkan pertanyaan terakhir di tengah-tengah dansanya apakah Ariel pernah bercinta dengannya? Ariel menjawab Iya dengan pasrah.

Seketika Romina tertunduk dan menangis sejadi-jadinya, luntur semua riasan di wajah dan rambutnya. Mahakacau. Berusaha menampik amarah yang ada di dada dan rasa panas yang tersangkut di kerongkongannya. Dia berlari ke atap gedung pernikahan hendak melompat lantas di cegah oleh seorang koki. Ditenangkanlah batin dan pikirannya. Bahwa kasus wanita diselingkuhi bukanlah dia saja. Sejenak Romina berpikir jernih, menatap koki tersebut dalam-dalam kemudian menciumnya dan bercinta dengannya di atap gedung. Alih-alih untuk menunjukkan bahwa aku juga pernah bercinta dan melampiaskan semuanya. Kita satu sama.

Ariel menyusul Romina setelahnya, sampai di atap gedung melihat secara langsung bagaimana Romina bercinta dengan sang koki. Dramatis. Romina menegadah, bangkit dari tubuh rebahnya, si koki terbelenggu bersalah. Romina menatap Ariel bukan seperti Romina yang dulu melainkan sudah menjadi iblis bagi Ariel. Murka wajahnya memaki Ariel, mengancam, mengutuk dan menyumpah seumur hidupnya hingga akan menyengsarakan sampai ajal menjemput. Tak berhenti sampai di situ, dia akan menguasai seluruh harta kekayaannya setelah Ariel meninggal. Betapa gelap hati Romina kala itu.

Gaun tile pengantinnya mengepak menghina Ariel. Sudah compang camping memang tapi Romina mampu berjalan kembali ke pesta, menyuruh sang DJ memainkan musik paling meriah. Dengan tampang seolah “baik baik saja” dia mengajak teman-temannya menari-nari berputar. Para undangan mulai menyadari hal yang aneh. Tubuh Romina tertuju pada Lourdes, dia berjalan ke arah Lourdes. Lourdes ketakutan merasa ada yang tidak beres. Diajaknya menari Lourdes, berputar-putar, pusing, mual, Romina meneriaki Lourdes “Kau harus tau bagaimana rasanya taman hiburan rollercoaster seketika ditutup!” sedetik itu, dihantamkannya Lourdes di cermin sebesar jendela jaman Belanda. Pecah, berdarah dan keduanya terluka.

Sampai sini, aku tidak akan bercerita lebih dalam kelanjutan dan akhir ceritanya. Dapat diambil pelajaran bahwa ketika wanita yang sensitif atau bahasa gaulnya “baper” akan ada masa dia tidak bisa lagi menahan sakitnya. Aku menonton film ini karena opini objektif dan subjektif. Objektifnya, film ini bisa diambil hikmah bahwa setiap apa yang kita perbuat menyakiti atau disakiti pasti akan ada hasil yang kita tuai di kemudian hari. Subjektifnya, salah satu kelemahanku menyangkut perasaan adalah membenci perselingkuhan dengan adanya film ini aku bisa menunjukkan pada orang yang saat ini ingin serius denganku maka seriuslah “percepat kata serius itu” dan aku berusaha menunjukkan gambaran nyata melalui film ini. Aku juga tidak pernah tau, film ini dibuat dengan skenario seperti itu dan aku secara acak memilih film di list movie-ku untuk kutonton dan kupilih WILD TALES.

By : indah
Source : Gambar jelas Google


Minggu, 14 Juni 2015

Do it Yourself #DIY

Membuang waktu dengan membuat sesuatu yang lebih berguna. Bertambah lagi hobi baruku. Banyak orang menyebutnya #DIY atau Do it Yourself yang artinya bikin sendiri. Barang apapun bisa di daur ulang atau sekedar di tambah aksesoris sana sini.

Awalnya cuma bikin buat properti foto aja tapi lama kelamaan nagih yang lain lainnya. Bikin craft dari beberapa barang kosan sampai barang rumah yang kelihatannya terlalu polos untuk dilihat mata. Meskipun hasilnya tidak terlalu artistik secara bukan desainer tapi bolehlah buat nambah hobi baru.

1. Pink Charger 
Bagi yang bosen sama charger yang gitu gitu aja bisa tuh pake washitape lucu-lucu. Washitape, sejenis isolasi motif yang lagi trend dikalangan para pecinta #diy. Motifnya banyak banget mulai dari renda-renda yang aku pake sampe gambar-gambar lucu. Bisa beli di gramed-gramed terdekat atau di online shop dengan harga kira kira 10 sampai 20ribu per piece.


2. Headset Polkadot
     Pas nganggur bisa nih pake kutek buat main main. Cukup pake kutek yang dipunya + headset yang polos kemudian bisa dicat sesuai selera. Jadi deh kayak di gambar. So simple...


3. Jepit Tampak Baru
Masih sama kayak yang di atas. Cuma butuh kutek + jepit warna putih terus dioles olesin sesuka hati. Bagi yang susah dapet inspirasi, mudah kok tinggal download aplikasi Pinteres, searching- searching craft yang mau di buat kayak apa. 


4. Flower Ball
Aku cuma butuh wadah bentuk bola yang bisa didapetin dari wadah body creamnya oriflame + bunga-bungaan plastik yang kebetulan bekas dari flower crown yang nggak terpake lagi. Untuk alatnya bisa pake lem tembak. Mudah dan bisa di taruh di meja kecil.


5. Love Bottle
Untuk hiasan meja belajar nggak melulu harus bunga juga, bisa pake botol bekasnya UC1000 + kertas karton nganggur + sisa pengharum ruangan buat bulet-buletnya. Semuanya bekas kok nggak perlu beli baru :) 


6. Letter Love 
Siapa bilang surat cinta harus pake amplop. Kali ini aku bikin yang lebih lucu biar nggak bosen. Bikin sama temen biar nggak kesepian. Pake kertas bekas biar lebih hemat. Ada washitape renda untuk mempercantik gulungannya + wadah toples. Kalau meja udah nggak cukup bisa dikasi ke temen sebagai kartu ucapan yang nggak harus bentuk surat. Cewek kan suka barang yang lucu - lucu.


7. Jepit Mini
Aku nemu 2 jepit mini ini di kolong meja. Sayang kalo di buang akhirnya dimodif dikitlah. Pake lem tembak + pernak pernik bunga. Niatnya aku kasih keponakan tapi keponakan nggak tawar rambutnya dikasi beginian. Berfungsi juga buat pembatas buku, biar nggak kartu indosat mulu yang jadi pembatasnya hehe.


8. Pop Up Card
Pop Up Card jadi salah satu favoritku. Yang ini, aku bikin sama temenku buat pacarnya yang lagi ulang tahun. Berharap si cowok ngasi ginian ke cewek tapi ini kebalik. Okelah aku bagian bantuin bikin beginian. Hasilnya memuaskan. Biasanya ukuran normal sih sebesar kartu ucapan biasa tapi yang ini, Pop up cardnya sebesar 2 kali A3 dan dilipet mirip buku. Kalo dibuka muncullah balon balon + kata-kata happy birthday yang menggantung-gantung. Pop up card ini pada dasarnya kayak 3D gitu. Kalo dibuka kartunya nanti bisa muncul gambar atau tulisan yang ingin di pop. Bisa dijadikan ladang bisnis nih supaya kartu ucapan nggak melulu flat gitu gitu aja.  Ada yang mau pesan? Hehe.


9. Dompet Plastik
Kalau yang ini mungkin udah banyak yang tau. Terbuat dari botol-botol plastik yang dipotong terus di gabungin menggunakan resleting. Jadilah dompet buat uang receh. Tapi yang ini aku bikin sama juga dari botol fanta bekas gitu. Dekornya biar nggak polosan aku beri lilitan benang wol putih terus aku cat air. Biar makin cantik di tambah kancing-kancing di atasnya. Bisa dibuat celengan juga. Cuma menghabiskan uang Rp. 3800 aja buat beli resleting+kancing. Terkadang nggak semua craft yang dibikin bekas secara keseluruhan, kalo mau makin rame ya perlu uang lebih. Bisa dengan menyisakan uang, bikin beginian nggak sampe makan uang ratusan ribu kok. Mentok 50ribu, yang bikin agak mahal adalah alatnya, macam lem tembak.


10. Magnet Kulkas
Jangan sungkan-sungkan menghalangi teman yang akan membuang sesuatu, yang baginya nggak berguna. Jadi ceritanya, ada beberapa magnet-magnet kecil yang bagi temenku si Hanip nggak tau mau diapain. Dari pada dibuang mending buat aku aja. Sayang kalau dibuang bisa bikin magnet kulkas. Gimana caranya? Menggunakan tutup botol bekas kemudian aku kasih aksen warna-warna dari kutek + kertas bentuk bunga yang aku gunting buat tutup bagian bawah, sebelumnya aku kasih cat air warna merah biar lebih menarik minat. Lumayan Raisya, keponakanku suka dan kulkas jadi nggak tampak kosong. 



10 benda yang bisa dibuat sendiri di rumah. Do it yourself !. Sebenernya masih banyak sih yang bisa aku share, mungkin di postingan selanjutnya. Pesanku sih jangan sia siakan barang yang masih berguna. Kalau bukan kita yang memulai untuk kreatif siapa lagi? Cuma butuh telaten aja, kalau soal inspirasi bisa didapatkan di situs-situs web DIY salah satunya di Pinteres. Banyak dari Pinteres yang membuatku memperoleh inspirasi. Karya lain biasanya aku posting di ig : indahivo

Ingat kalo bukan kita yang memulai untuk kreatif siapa lagi?

By : Indah
Photo by : Henpina Asus Z6