Tampilkan postingan dengan label Surat kaleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat kaleng. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2015

Hari Setelah Keputusanku (Dont Cry)

Aku hanya terdiam setiap malam. Membayangkan kenangan kita selama ini.
Sekilas tak hanya indah tapi begitu terluka. Cinta membuat kita berubah.
Keputusanku merupakan hal yang gila. Membuat semuanya hampa.
Tak ingin kembali mencinta rasanya. Hanya menyalahkan keadaan dan jarak.
Iya, nyatanya aku membenci jarak kita. Jarak yang sulit kau tempuh begitu juga denganku.
Andai kau ada di sini atau mencoba sekedar membujukku dengan rayuan suaramu.
Karena tulisan tak berarti apa apa. Tulisan tak mengubah apapun, mereka tak pernah nyata.
Bahasa tulisan tak pernah membuatku berkutik atau luluh.

Our LOVE changed so easily
Only scars remained within our greediness gotta let you go and please dont cry
I was so mean to you
I hurt you because i foolishly didnt know what to do with myself and please dont cry

Mempersiapkan diri untuk kembali padamu adalah hal yang kuidam-idamkan. Tapi apa dirimu sudah menutup semua pintu?
Pintu maaf dan kesempatan masih terbuka untukmu, perjuangkan aku tanpa lelah.
Setiap detailmu masih kuingat jelas dan tersusun rapi di dalam saraf otakku.
Tak kubiarkan orang lain menyentuhmu, sayang.
Jangan bersedih.

Is this the end of us? Just until the time the world lets us be together
It's okay baby, please dont cry
The long journey has ended but we will run into each other someday
Lets meet again if we're born again
Beberapa bulan ke depan, aku ingin kita bertemu lagi dengan keadaan baik baik saja. Masih seperti dulu...
Dengan kemantapan diri dan segala persiapannya. Aku dengan bangga membawamu menjadi pendampingku.
Itu hanya jika kau ingin kembali. Tanpa mengingat betapa buruknya jika kita bertentangan.

We fought every single day
I dont know why i was that mad but i cried every night
Baby i cried..
You were so indifferent towards me
You left me alone for many nights
Baby i cried...

I'll think of our beautiful memories
Whenever i cry please stop being hurt now and please dont cry
Its okay baby, please dont cry


Ketahuilah, semua bukan final. Masih banyak jalan untuk Tuhan mempertemukan kita. Optimislah.
Fokuslah dengan keadaan sekarang. Jangan jatuh sekarang..masih banyak kesempatan.
Untukmu 2 tahunku.

By : Indah
Song : Park Bom - Dont Cry

Rabu, 08 Juli 2015

CODE

Kepada Tuhan yang beralamat jauh di sana.

Aku sepenuhnya tidak tau apa yang akan ku bicarakan. Aku mencoba berkomunikasi denganmu melalui doa di setiap sholatku but sometimes i need more than pray jadi ku tulis.

Kita mencoba berbicara ala aku dan kamu terdengar lebih bersahabat. Mencoba untuk lebih dekat. Oke...mmm memasuki malam seribu bulan. Aku tau kamu tidak akan menjatuhkan malam itu padaku. Di luar sana banyak yang lebih beriman dan bertaqwa duluan dari pada aku tapi banyak pertanyaan yang muncul di benakku. Seperti apa rasanya mendapat malam lailatul qadar? Apa tanda dan apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkannya? Bisakah membedakan mana yang dapat malam qadar dan mana yang tidak? Aku membacanya melalui internet dan bertanya pada seorang teman. Aku bertanya seperti orang bodoh because i am nothing. 

Aku berkata jujur tentang diriku yang masih jauh dari kata beriman dan bertaqwa tapi aku tidak malu. I want to fix something. Problem in my life. Berharap padamu untuk memberiku kesempatan. Ini semacam negosiasi. Yaa..can you..can you give me little thing about that night? Mungkin suatu malam aku terjaga kemudian ada cahaya dari langit yang menunjukkan bahwa "indaah itu itu...ini saatnya atau itu petunjuknya..." walaupun bukan aku yang mendapatkannya. Mungkin lewat mimpi. You know i am dreamer *sigh* 

Terlepas dari itu, lagi lagi doaku tetap sama meminta restumu ketika orang tua belum merestui maka aku harus meminta padamu. Untuk segala kehidupanku. Aku tidak bisa berada di kondisi ini terus. Harus move on. I have choice for my everything. Aku harus bekerja, usaha. Meminimalisir dosa, Aku ingin menikah. Mencoba sesuatu hal yang lebih baik, better than before. Menyempurnakan ibadahku.

This is code. You know C.O.D.E. I want to fix something, Lailatul Qadar, husband? I mean...my future with your permission hehehe

Without YOU i am just a dust 
Love you, God :* :*

By : Indah



Sabtu, 09 Mei 2015

Benar Benar Curhat

Berawal dari keadaan setelah wisuda. Hal yang lumrah ketika seorang sarjana mempertanggungkan gelarnya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu dunia kerja. Akupun begitu mencoba melamar pekerjaan di sana dan di sini. Hanya saja ceritaku sedikit mengandung kegelisahan.

 Semangatku untuk mencari kerja tidak sesemangat ketika aku berbisnis. Aku mencari kerja seolah olah hanya tuntutan orang tua dan tuntutan keadaan "setelah sarjana wajib cari kerja!" Seperti termakan sistem rasanya. Sudah ku sentil kedua orang tua terutama Ayah bahwa aku sedang berbisnis online tapi nyatanya beliau seperti kebal telinganya, menganggap tidak akan berpengaruh terhadap kehidupanku. Akupun hanya bisa diam, tenggorokan rasanya kering, maunya hanya menunduk dan menjalankan perintah yang tak kuinginkan. 

Hingga pada akhirnya aku melamar pekerjaan secara brutal sampai jauh dari rumah demi melihat Ayahku senang. Tak lama, ada panggilan tes kerja di salah satu BUMN. Letaknya 4 sampai 5 jam dari rumah. Hatiku berteriak, semakin ku tolak semakin aku lolos tes. Tes admin, interview awal, psikotes, tes kesehatan dan terakhir interview user. Kini pengumuman sedang ku tunggu. 

Ayahku girang setengah mati "sudah enak kau nanti di sana...BUMN. Hidup mapan. Tinggal di sana juga daerahnya enak". Aku seolah menyalahkan diriku sendiri, seharusnya aku tidak melamar di sana. Di sisi lain kesempatan besar ada di depan mata tapi kenapa hati masih tak bisa menerima bahwa aku akan pergi dari hal hal yang menjadi kenyamananku.

 Perubahan ini terlalu cepat rasanya. Dicabut begitu saja. Baru pertama dalam hidupku untuk bingung berdoa kepada Tuhan, berharap segera di loloskan dan mendapat kerja demi kebahagiaan orang tua namun aku tak nyaman atau berdoa jangan di loloskan kemudian menuai kekecewaan besar dari orang tua tapi hatiku lega. 

Apa ini bentuk ketidaksiapan? Tuhan lebih tau aku siap atau tidak. Benar benar tidak bisa memilih dan hanya bisa menjalani. Tangis menjadi saksi sejadi jadinya. Berbagai pendapat banyak mendoakan agar diterima kerja, aku hanya tersenyum. Semoga diberi jalan yang terbaik. Bangga mampu melewati tes sampai sejauh ini tapi mengapa perasaan tak bisa berbohong bahwa aku seperti "kehilangan". Kalau orang jawa bilang "gelo". 

Apa yang aku perkarakan? Perang batin jadinya. Kini hanya bisa menunggu....menunggu email terakhir. Aku diterima mau tak mau menjalaninya karena sudah terlanjur. Tak diterimapun aku cukup merasa bersalah terhadap orang tua dan berjanji mencari pekerjaan dengan penuh pertimbangan lagi sebagai pelajaran sebelumnya. 

Seakan itu solusi tapi sakit hati. Menjalani bukan waktu yang singkat bukan waktu yang padat tapi bertahan dengan semua rintangan yang menghujat. Aku berencana dengan perlahan agar orang tua mampu memahami keinginan anak sekaligus rencana agar kehidupanku nanti walau tidak seperti yang diharapkan orang tua tapi setidaknya mereka lebih legowo dengan pilihan yang aku ambil. 

Sampai saat ini belum ada yang benar benar membuatku yakin dengan satu pilihan. Semuanya terlalu rancu dan ambigu. Pikiran dan hati sedang kontras rupanya. Aku butuh jalan keluar, adakah yang bisa membantu?

By : Indah
Note : Tulisan jadi besar besar karena ngetik pake hape -_-"

Kamis, 26 Maret 2015

Tak Terhingga Versi SD

Memori yang seharusnya udah di tulis dari dulu tapi baru tertulis sekarang :)
"Tak terhingga" kenangan yang masih saya ingat waktu SD :

1. 2 kali pindah SD karena pindah rumah. Faktanya bahwa saya anak nomaden.
2. Suka jajan jajanan tahun 90an  ex : mie biting, opak, sate telor, gulali dan sohib sohibnya.
3. Pernah bisa lihat "hantu" sampe kelas 3 SD. Terus kok nggak bisa lihat lagi? Soalnya udah kebanyakan dosa.
4. Habis pelajaran Olahraga basah basahan di kali+nangkep ikan terus di bagi bagiin ke orang yang g mampu *berjiwa KWN bangetkan*
5. Bawa bola basket di sekolah terus dilihatin anak-anak, katanya aku keren. *gaul sama norak beda tipis di jaman 90an*
6. Rambut panjang di kepang dua kadang dililit-lilit pake pita pita kayak maria bellen *SD masih imut imutnya*
7. Mainan drama telenovela "Amigos". Aku yang jadi temennya Anna *siapa tuh lupa...*
8. Sejak kecil udah kreatif bikin mainan sendiri ex : masak-masakan dari "gedebok" + tanah liat, bikin gelembung-gelembung dari getah daun waru, bikin rumah-rumahan dari pasir *bakat arsitek nggak kesampean*.
9. Suka nongkrong di depan TV dari jam 5 subuh sampe jam 12 siang, nongkongin Anime.
10. Penyakit asma belum tuntas sembuhnya.
11. Temen kecil di sekitar rumah yg masih diinget tapi kalo ketemu sekarang (di umur 22) canggung dan pura pura nggak kenal. Kresna, Reza (Alm), Rudi, Pipit, Titin, Reni, Betty dan Paat.
12. Pernah nggak di jauhin temen sekelas dan nggak diterima dikelompok manapun *bullying*. Bullying ini yg bikin aku survive dan nggak ngerasa lemah lagi waktu SMA atau SMA, yg ada malah gantian ngebully + tumbuhlah soul goddess of war.
13. Udah ngenal "cinta monyet" pas kelas 6. Sempet pacaran cuma seminggu kalo nggak salah. Kirim surat dan gambar sketsa orang yg disuka. 
14. Ditunjuk ibu guru jadi perwakilan baca puisi di depan pak bupati. *Momen itu udah mahakeren di jamannya*
15. Gerak jalan merupakan momen wajib bagi para anak SD dan aku dulu masih kecil kecilnya jadi di barisan paling belakang. 
16. Paling benci matematika! Paling suka olahraga, Bahasa inggris, kesenian. Paling nggak bisa agama (nulis arab) soalnya merupakan anak yg paling mbulet suruh ngaji *dari sini udah kelihatan nggak solehahhh). Paling bisa nggambar sama nyanyi sekaligus nari (udah kelihatan perbandingan anak solehahhh dan anak yg lunjak lunjak)
17. Rumah waktu itu di tengah-tengah sawah. Jadi paham betul seluk beluk kegiatan pertanian. Nggak hanya tumbuhannya tapi juga hewan hewan yg kayak kebun binatang di sana. Sejak saat itu jiwa lunjak-lunjak terkombinasi dengan back to nature terbentuk. Kalo di film Divergent saya mau masuk Dauntless! Tpi paling takut sama ulat bulu -_-
18. Anak paling jujur sedunia dan nggak bisa bohong. Pernah berniat memanipulasi nilai matematika yg angkanya 30 seenggaknya jadi 70lah tapi apa daya malah kena hukum suruh tidur siang <- Anti tidur siang. Saking antinya tidur siang di situ saya merasa sedih.
19. Nggak pernah dapet juara apapun dari lomba apapun. Sudah terlalu biasa ikut lomba terus dapet dapet piala, lebih memilih mainan layang layang di sawah + nanem bunga matahari. *Gaya pedesaan banget kan*
20. Bener bener nggak pernah ngerasain dan dibolehin jadi Pramuka siaga satu atau kelas elang yang jambore jambore dan kemah kemah sabtu minggu. Katanya "gawe opo pindah nggon turu? Enak turu kasur!" <- Padahal seneng berpetualang sok sokan tersesat dan minta tolong ke orang yg cuma bayangan alias halusinasi.
21. Kenangan paling menyedihkan waktu momen pindah pindah sekolah. Rasanya udah kayak Sherina perpisahan sama temennya. Nyesek nggak bisa ketemu lagi dan harus ngulang perkenalan

Baru 21 point yang teringat mungkin bisa aku sunting kalo ada yg tertinggal. Sunting?! Emangnya wikipedia. Tulisan ini bukan bermaksud untuk narsis atau eksis. Biar saya nggak lupa aja. Sama momen momen berkesan yang nantinya bisa di share sama cucu saya nanti. *Mikirnya udah 50 tahun ke depan*

Jumat, 04 Juli 2014

Wanita Mengoceh



Sering kali aku berprasangka, menduga-duga dan menelaah setiap kalimat yang menurutku ambigu dari bibirmu bukan karena aku menuduh, bukan karena aku mempertanyaan bentuk kepercayaanmu padaku …hanya saja feeling lagi lagi feeling…
Belajarlah, bahwa kaumku ‘wanita’ ketika benar-benar mencintai seorang pria dia akan semakin erat genggamannya…sulit membedakan mana yang kalian sebut sebagai over protective atau mencari-cari kesalahan. Iya, naluri….takut untuk kehilangan.

Kenapa kalian ‘pria’ seolah-olah membiarkan itu sebagai kecerewetan atau justru membuat kalian semakin ilfeel? Kenapa kalian harus marah-marah ketika sering ditanya ini siapa? cewek itu siapa? Karena lama kelamaan akan mengganggu?? Annoying?? Ingat, suatu saat omelan itu akan membuat rasa rindu yang dalam ketika semuanya telah hilang…ketika kalian sudah lengang. Ada banyak ikan di laut tapi cuma satu yang annoying di dunia. Kelemahan dia hanya annoying dengan kecerewetannya tapi kelebihannya tidak akan pernah kalian dapatkan pada wanita lain selain dia.

Perlu kalian ketahui, wanita akan dengan rela mempelajari setiap detail perilaku pria yang ia cintai tanpa harus pria itu mengerti. Seperti mesin scanner. Seperti melihat isi kulkas dari atas hingga bawah dengan sekali pandang. Akan seperti itu setiap waktu, setiap aku bertemu denganmu. Apa yang kamu suka apa yang tidak. Apa yang menjadi pembeda dengan pria lainnya…setiap gerak gerik verbal dan non verbal. Nada bicara, kedipan mata, intonasi…hal itu yang membuat wanita merasa menang selalu merasa senang dengan sosok pria yang bukan lagi sekedar harapan dan bayangan. Menempatkan dirinya sebagai wanita yang selalu diidam-idamkan sang prianya. Berharap bukan wanita lain…bukan dibandingkan dengan wanita lain untuk main-main.

Hingga pada akhirnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan aneh di luar sistem scaning-nya.  Mengapa kamu berubah? Mengapa seperti ini seperti itu? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang..kurang dan kurang?? Dengan harapan wanita itu masih merasakan pria yang diinginkan sama seperti momen manis ketika awal berjumpa, awal jatuh cinta tanpa harus membuat kenangan itu menjadi mimpi buruk.

Yang lebih mengherankan lagi, ketika wanita candu dengan belanja mengapa pria sangat candu dengan “belanjanya juga”. Padahal ada wanita yang disayangi di sisinya. Sampai saat ini mahabingung aku menjawab. Wanita belanja barang, pria belanja wanita! Entah itu hanya sebagai mata-mata atau apalah itu. Itu yang aku maksud, dengan klaim mereka yang renyah didengar “Semua laki-laki sama”. Oke aku sudah mendapat jawaban. Jawaban singkat yang membuatku terhenyuh. Lantas ku biarkan saja….karena percuma semakin wanita cerewet semakin membuat pria ilfeel. Itu yang berusaha dipahami wanita. Lagi-lagi wanita yang belajar.

Sangat disayangkan ketika sebagian pria malas mempelajari dunia wanita dari sudut pandang manapun. Maka yang ada pria akan menggeneralisasikan kalimat “wanita itu bukan ingin dimengerti tapi susah untuk dimengerti” atau “dimana-mana pria itu dimata wanita selalu salah tak pernah benar”.

by : Indah

Minggu, 08 September 2013

Surat Cinta Anak IPS


Sosok Adam Smith si bapak ekonomi tidak pernah merasakan pertumbuhan cinta kita yang begitu cepat seperti pertumbuhan industri dunia.
Jika kebalikan dari ekonomi mikro adalah ekonomi makro maka ilmu itu dapat kuterapkan pada hatiku yang tiba-tiba menyeluruh dan meluas untuk siap diisi oleh senyumanmu.
Tanpa ada rumus penawaran maka rumus permintaan akan kulakukan untuk memintamu menjadi pendamping hatiku.
Oh..bukannya kamu pandai menghitung? 
Iya, tanpa kalkulatorpun angka angka pada neraca saldo dapat beranak pinak seperti rasa sayangku padamu setiap harinya.

Akan ada denyutan jantung naik turun seperti kurs dolar yang tak stabil saat aku dan kamu dipertemukan menjadi KITA.
KITA akan menjadi SALING untuk segalanya, melengkapi dan rekat seperti kedua sisi mata uang koin.
Aku dan Kamu bukan fatamorgana yang hanya ilusi tapi nyata.
Meski rawan pasang surut diterjang ombak malam namun kepercayaanku padamu tidak akan mengakibatkan abrasi yang berkala.

Kebersamaan kita lebih dari sejarah yang terukir alam semesta.
Lebih lama, mendalam dan jangan sampai memudar ditelan jaman.
Bisa kita jadikan biografi untuk cerita indah kita.
Mimpi kita nyata meninggalkan artefak berwujud dunia.

Saat disisimu sudah seperti gempa vulkanik dari dalam hatiku.
Atmosfir sayang kita tidak kenal istilah membesar tapi berlapis-lapis bagaikan langit.
Ada gerak turbulensi saat mata kita menatap kemudian menjadi gaya yang absolut.
Rasaku lebih dalam dari zona abysal sekalipun, tiada banding dengan dalamnya lautan.
Jangan sampai ini semua berevaporasi kemudian hilang ataupun berkurang sayang :)

by : Indah

Minggu, 21 April 2013

Kepada Sang Kreator

Teruntuk

Imajinasi

Sekarang aku ingin bermain dengan khayalanku. Khayalan serupa abstrak yang menyenangkan. Dengan rumusan masalah bagaimana jika atau seandainya. Hari ini biarkan aku menuntun lamunanku :)
Membayangkan bahwa diusiaku yang ke 20 ini, aku mempunyai rahasia besar yang tidak pernah orang tahu. Aku detik ini akan pergi selamanya. Meninggalkan tempatku berpijak meninggalkan semua sahabat dan berpisah dengan keluargaku demi kontrak masa depan yang kuinginkan.

Bukan meninggal tapi tiba-tiba aku diharuskan pindah kewarganegaraan. Tanpa menghubungi siapapun, aku berkemas dan hilang begitu saja. Menonaktivkan nomor handphone, merubah image menjadi warga liberal, melabelkan diri dengan nama yang berbeda, bertingkah seperti apa yang ku mau, diriku yang tak dapat kuperoleh ditempat asalku. Bukankah itu sangat melegakan. Ketika semua keinginan sangat didukung ditempat lain dan menerjang realita. Meninggalkan masa lalu yang memuakkan ku. Bahkan menghapus dan menutup memori kelam menyakitkan.

Semua tidak pernah tahu dimana, semua akan bertanya tanya lalu melupakan.
Lantas aku tertawa. Ditempat itu sebut saja xxx menyambutku dengan ramah. Satu tim dengan orang orang yang menghargai pendapatku, sama sama bekerja dengan keras. Keseruan bertemu dengan tim lain. Bertukar ide konsep yang sangat kreatif. Mendesain sesuatu yang megah. Lalu memainkan panggung artistiknya. Lelah sekali tapi menuai kebahagiaan yang sangat. Bercucuran keringat pasti, tapi sangat membebaskan tanpa keluh sedikitpun. Sudah tidak lagi memandangi layar. Sudah tidak lagi menirukan tapi kini aku mempelajarinya dalam bentuk nyata.

Tak ingin kusebutkan apa kontrakku atau aku bekerja seperti apa karena bukankah cukup aku yang tahu.
Masih tak ingin berhenti sampai disini. Cita cita yang hanya diangan ini terkabul. Walaupun aku tak ada tapi buah tanganku selalu menyalur di tempat yang kutinggalkan. Dengan sebuah inisial karyaku tertera pada sebuah literatur hiburan. Tenang saja, pasti tetap tidak ada yang tahu. Karena literatur itu bernilai fantastis hanya orang orang tertentu yang mampu memilikinya bahkan mampu mengerti.

Kurentangkan tanganku, kubentuk jari jariku menjadi sebuah kotak, tepat diatas kepalaku. Apakah aku harus menyesal dengan cita cita ini? Apakah cuma aku yang ditakdirkan untuk tak meraihnya? Kenapa aku diberi kemampuan yang tidak bisa dilihat nyatanya?

Untuk imajinasi cukup tau bahwa kamu benar benar memabukkan. Mengekangku dengan hal hal yang semakin menggoyahkan kehidupanku sekarang. Menghela nafas lalu menggalau dan berandai andai.

Dari yang terimajinatif


Dreamer :)

by : Indah

Lagi lagi soal masa depan yang suram
Keinginan yang cuma menjadi bayangan ahh...sedihnya 

Rabu, 13 Maret 2013

Kepada Bola Dunia

Teruntuk Bola Dunia


Sebelumnya, aku, si Periang ingin menyampaikan beribu kata desah dan lontaran kata terima kasih kepadamu yang suka berputar pada porosnya. Terima kasih telah mengizinkanku menginjak-injak lantai lembab berlumut nan dingin, terima kasih telah memberiku ruang yang lapang hingga tak cukup waktu yang kumiliki untuk berkeliling bahkan tak mampu dan terima kasih telah ramah meneduhkanku dengan atap mencerahkan sehingga dapatku melihat laut secara bersamaan dan sadar bahwa laut masih biru dipantulan awanmu.

Semua telah kusyukuri dan kuindahkan dalam memori hati, tapi kenapa aku yang menumpang ini masih tak bisa menepis istilah dunia itu kejam? Apa yang salah denganku atau denganmu? Kenapa aku masih merasa kesal dengan segala kehidupan ini?

Bagian desahannya adalah ketika aku harus menjadi dan mencoba menjejalkan rasa riangku didesakan rasa sakit akan kisah asmara yang rumit. Menyusuri dasar hati yang gelap dengan pulasan pipi merona seakan-akan aku masih baik-baik saja. Makin kedalam makin terperosok lalu diseret didalam kegelapan dan keperihan. Aku bukan gadis perih tapi peri-ang, kuyakinkan segalanya. Adegan dicintai mencintai. Membenci dan dibenci. Kehilangan dan dihilangkan. Merindu dan dirindukan. Cinta bersemi kembali dan tak mau kembali. Keterlambatan dan menyalahkan waktu. Rasa datang disaat yang salah. Dipatahkan dan mematahkan. Persimpangan masa silam.

Lelah didasar hati, aku berlari berlindung dalam sapaan hangat sahabat. Memulihkan keadaan, meramaikan suasana tapi dikeramaian masih terasa senyap. Sangat menguatkan, tapi tak untuk selamanya. Duka tak hanya ada pada asmara tapi pertemananpun. Saling membelakangi, membicarakan tanpa henti. Saling menyombong akan keadaan yang dimiliki. Saling iri dan menghakimi menyerang perasaan. Yang ku ambil hanya serat-serat nasehat positif untuk dikaji lebih dalam dan dicocokkan pada masalah yang bertubi datangnya. Seperti teori untuk memecahkan kasus penelitian ilmiah.

Merangkakku pada lingkup kecil yang disebut keluarga. Meminta untuk dihangatkan hati dan perasaan, diteguhkan segalanya namun biang kerok muncul kembali ketika menerjang semangat masa depan. Diloyokan hatiku kembali, digoyahkan seluruh riangku lagi saat keluarga pada titik egoisnya masing-masing, mengatur yang tak berhak mereka atur, menjembatani apa yang mereka mau, lalu dipaksa untuk melaluinya tanpa terjatuh. Lantas seperti boneka, fisik ini tak pernah sinkron dengan pikiran dan kalbu. Aku harus bagaimana? Bantuan terakhirku ada pada keluarga! Tapi tak pernah sama, prinsip ataupun kehidupan yang aku jalani.

Dari semuanya, seperti rangkaian skenario yang memang engkau buat agar dirimu yang bundar ini tak merasa kesepian. Merasakan apa yang kurasa, membuatku menjadi sendiri, agar aku bisa bersamamu dengan cukup memimpikan keberduaan yang searah denganku. Nyatanya enggan kau izinkan. Nyatanya aku hanya bisa menikmati alammu saja, tak kau biarkan aku berpaling mencari kebahagiaan lain. Alam masih bersamaku, hijaunya hutan yang menyita mataku tuk menutupnya, angin yang menyepoi menyegarkan lelahku, sinar yang menghangatkan kedinginan hatiku. Itukah caramu agar aku tak tampak sendiri? Jahatnya! bolehkan aku sekali-kali merasakan sentuhan-sentuhan kecil kebahagiaan yang aku inginkan? 

Aku berjanji akan menjadi yang kau inginkan 
Bola dunia tak pernah kutinggalkan alamnya
Tapi tolong, jangan rampas segalanya menjadi buih
dan membiarkan aku mencercamu sebagai dunia yang kejam

Tertanda Periang


Dreamer :’)


by : Indah

Bagi yang bingung mau curhat sama siapa, coba deh curhat saja sama alam pasti didengar kok :p
Jadi ini surat kaleng untuk bumi dari gadis periang ceritanya :D



Sabtu, 02 Maret 2013

Kepada yang terjaga

Teruntuk saya(ng)



Hallo..
Kata kata pertama untuk saya(ng) kesekian kali. Kuulangi lagi surat kaleng bermuatan roman picisan. Jangan tertawa ya, jangan menganggap saya berlebih, jangan mengatakan saya alay karena alaypun bagi saya adalah bentuk komunikasi unik tersendiri. Ini sangat lucu.
Beribu kata tertuju padamu yang tak pernah kau tau. Setiap penyesalan yang ada padaku kan saya simpan. Sepertinya saya sangat menyukai lagu ini lirik ini.


"Tuhan kucinta dia berikan aku hidup, tak kan kusakiti dia hukum aku bila terjadi"

Saya masih merasakan rasanya, detak jantungnya yang jauh, suaranya yang parau namun khas bahkan posisimu saat duduk waktu dibangku sekolah. Susah rasanya menghapuskan bayangmu. Membuat saya sering terjaga. Dirimu juga terjaga kan? Iyakan saja agar saya tak merasa sendiri.

"Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengakuku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta"

Hanya padanya bibir ini melebar meluncurkan setiap kata romantis berlebihan yang dulu pernah saya cemooh. Pernah tak saya percaya akan rasa cinta. Kini saya kena batunya. Menelan rasa pahit dalam belenggu. Ahh... Saya(ng) jatuh cinta. Mudah jika semua ditulis disini. Cinta tak terucap tapi mendalam dan nyata.


Senyum itu, kemahamenyebalkanmu merayapi sosok saya. Ketika sendiri memandangi bayangmu, tawa saya mengenaskan. Menggapai punggungmu saja, hangatmu saat menyapa... sudah cukup 
Bagaimana bisa saya memilikimu? 
Jaraknya sangat sangat jauh tak bisa dijangkau atau dihitung dengan rumus panjang kali lebar matematika bahkan rumus fisika.


Mengagumi keberadaanmu saya(ng). Terhenyuh. Ada dimana mana namamu kalau kau tau. Pasaran memang, kebetulan memang, tapi bukan alasan saya menyebutnya demikian. Itu adalah firasat. Tanda tak bertuan yang dikirim Tuhan agar saya bisa terus merasakan indahnya cinta.

Apapun yang kau lakukan saya melihat detailnya, menirukannya, menyunggingkan senyum melucu padamu hanya karena tulisanmu mirip cakar ayam. Bodoh memang tapi saya suka. Caramu berkedip, menghembuskan nafas, cara berjalan, gerak tanganmu bahkan kebiasaanmu mengucapkan kata "haa?" sekalipun seperti virus yang meng-kongsletkan otak saya. Otak saya perlu diservis sepertinya...



Jika saya(ng) terjaga maka ditemani saya(ng) dalam gelap
Jika saya(ng) terlelap maka dimimpikan saya(ng) dalam tidur



Tertanda saya(ng)

Dreamer :')


By : Indah

Untuk siapa saja yang sedang kasmaran #ecieee *bukan termasuk author* disini author tidak boleh melibatkan perasaan emosional #tsaah galau hahaha :D
Sekian