Jumat, 04 Juli 2014

Wanita Mengoceh



Sering kali aku berprasangka, menduga-duga dan menelaah setiap kalimat yang menurutku ambigu dari bibirmu bukan karena aku menuduh, bukan karena aku mempertanyaan bentuk kepercayaanmu padaku …hanya saja feeling lagi lagi feeling…
Belajarlah, bahwa kaumku ‘wanita’ ketika benar-benar mencintai seorang pria dia akan semakin erat genggamannya…sulit membedakan mana yang kalian sebut sebagai over protective atau mencari-cari kesalahan. Iya, naluri….takut untuk kehilangan.

Kenapa kalian ‘pria’ seolah-olah membiarkan itu sebagai kecerewetan atau justru membuat kalian semakin ilfeel? Kenapa kalian harus marah-marah ketika sering ditanya ini siapa? cewek itu siapa? Karena lama kelamaan akan mengganggu?? Annoying?? Ingat, suatu saat omelan itu akan membuat rasa rindu yang dalam ketika semuanya telah hilang…ketika kalian sudah lengang. Ada banyak ikan di laut tapi cuma satu yang annoying di dunia. Kelemahan dia hanya annoying dengan kecerewetannya tapi kelebihannya tidak akan pernah kalian dapatkan pada wanita lain selain dia.

Perlu kalian ketahui, wanita akan dengan rela mempelajari setiap detail perilaku pria yang ia cintai tanpa harus pria itu mengerti. Seperti mesin scanner. Seperti melihat isi kulkas dari atas hingga bawah dengan sekali pandang. Akan seperti itu setiap waktu, setiap aku bertemu denganmu. Apa yang kamu suka apa yang tidak. Apa yang menjadi pembeda dengan pria lainnya…setiap gerak gerik verbal dan non verbal. Nada bicara, kedipan mata, intonasi…hal itu yang membuat wanita merasa menang selalu merasa senang dengan sosok pria yang bukan lagi sekedar harapan dan bayangan. Menempatkan dirinya sebagai wanita yang selalu diidam-idamkan sang prianya. Berharap bukan wanita lain…bukan dibandingkan dengan wanita lain untuk main-main.

Hingga pada akhirnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan aneh di luar sistem scaning-nya.  Mengapa kamu berubah? Mengapa seperti ini seperti itu? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang..kurang dan kurang?? Dengan harapan wanita itu masih merasakan pria yang diinginkan sama seperti momen manis ketika awal berjumpa, awal jatuh cinta tanpa harus membuat kenangan itu menjadi mimpi buruk.

Yang lebih mengherankan lagi, ketika wanita candu dengan belanja mengapa pria sangat candu dengan “belanjanya juga”. Padahal ada wanita yang disayangi di sisinya. Sampai saat ini mahabingung aku menjawab. Wanita belanja barang, pria belanja wanita! Entah itu hanya sebagai mata-mata atau apalah itu. Itu yang aku maksud, dengan klaim mereka yang renyah didengar “Semua laki-laki sama”. Oke aku sudah mendapat jawaban. Jawaban singkat yang membuatku terhenyuh. Lantas ku biarkan saja….karena percuma semakin wanita cerewet semakin membuat pria ilfeel. Itu yang berusaha dipahami wanita. Lagi-lagi wanita yang belajar.

Sangat disayangkan ketika sebagian pria malas mempelajari dunia wanita dari sudut pandang manapun. Maka yang ada pria akan menggeneralisasikan kalimat “wanita itu bukan ingin dimengerti tapi susah untuk dimengerti” atau “dimana-mana pria itu dimata wanita selalu salah tak pernah benar”.

by : Indah

Senin, 02 Juni 2014

Cinta Memang Banyak Bentuknya :)

Kita adalah sepasang sepatuSelalu bersama tak bisa bersatuKita mati bagai tak berjiwa Bergerak karena kaki manusia 
Lagu sepatu mengingatkan aku pada sesuatu. Sesuatu yang begitu ambigu untuk diadu. Semua terasa nyata tapi begitu pahit untuk dicerna. Aku dan kamu. Perasaan yang hanya fana dan maya.
Aku yang mengeluh-eluhakanmu tanpa kecap. Memantau kebersamaan kita melalui kecanggihan dunia.
Saling pandang dan saling tersipu. Hanya itu...
Tanpaku kamu bukan apa apa, tanpamu aku bukan yang sekarang....(mengapa tidak terus bersama?) tapi masa depan adalah pengecualian... kita tak bisa saling menyatu terpisah jarak dan waktu...

Aku sang sepatu kananKamu sang sepatu kiriKu senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginan

Kembali pada masa lalu dimana kita saling melangkah bersama mengikuti alur imajinasi. Kamu melangkah maju aku juga, kamu semakin kedepan aku mengiringi dari belakang.
Selalu bersama....
Kadang aku lupa waktu hanya karena kamu datang menyapaku dan mempermainkanku dengan pesta kecil darimu. Manis tapi terlalu cepat berlalu...

Kita sadar ingin bersama 
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Sadarlah bahwa aku masih ingin bersama, diam-diam merana mengingat dirimu yang tak lagi kembali. Seperti hilang pasangan bermainku, pasangan pembangkit gairah penerus hidup.
Sulit untuk mengungkapkan emosi...
Dalam lingkup hati yang dalam aku meyakini bahwa kamu ingin kembali dalam cerianya panggung hiburan. Panggung hiburan pembawa hasrat kebahagiaan....

Ku senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginan


Kecanggihan dunia telah memisahkan namun juga semakin mendekatkan kenyataan bahwa tak lagi bisa kutengok wajah pembuat senyum itu. Benar! Ibarat sepatu kita hanya bisa saling pandang dan saling tersipu...

Cinta memang banyak bentuknyaMungkin tak semua bisa bersatu.....#np Tulus - Sepatuby : Indahto : my bias, Kris...thanks vo everysingle day :')

Sabtu, 03 Mei 2014

Because i'm a cop...

Seperti pagi pagi normal lainnya, aku sibuk dengan leptop kecilku diujung jendela terbuka lantai 3, sambil meneguk segelas green tea. Meski hangatnya sinar pagi terus menderu namun tak pernah menggigit kulit pucatku tapi tidak dengan wajah yang kutunggu. Ekspresi wajah mengantuk yang selalu muncul hanya sekedar mengambil koran di luar pagar.  Lalu....

"HAI___" Suaranya terdengar nyaring. "...SELAMAT PAGI...REPORTER!" Pukul 06.00, dia selalu menyapaku dari bawah halamannya. 
"HAI JUGA__" cantik! "EMM..WANITA KARIR!" senyumanku terlihat geli sekarang. Kemudian dia kembali masuk. Hampir saja...

Wajah itu muncul lagi di balik pintunya, rambut gelombangnya sedikit basah terkena selang air. Dia menyiram. Dia masuk lagi. 1 jam kemudian mini dress pastel dan rompi hitamnya yang menurutku sangat pas ditubuh mungilnya, terpasang lengkap dengan tas tenteng. Indah, dengan riasan ala kadarnya, bersiap untuk melalui hari-harinya. 1 langkah 2 langkah...dan pasti dilangkah ketiga dia kembali untuk mengambil bekal makanan dan sebotol air mineral yang SELALU terlupa. Andai, aku yang sudah siaga dibalik pintunya kemudian menodongkan sejumlah benda pengisi perutnya, aku akan bahagia. Bukan sebagai penikmat aktivitas menjemuhkan di pagi hari dari ujung jendela...

Jika semua orang di pagi hari selalu diawali dengan menyiram, menyapa bahkan hanya sekedar membaca email di leptopnya sambil menyesap teh hangat, itu sangat membosankan. Bagiku, jogging dan membelanjakan mata adalah hal yang memberiku energi. Iya, wanita seksi yang sering menyapaku, terkesima dengan dadaku yang berotot dan rambut yang berkeringat. Tidak dipungkiri, dia akan berada diranjangku nanti malam, tapi tidak untuk malam ini. Mataku langsung tertuju pada, "Aprhodite, the goddess of love and beauty". Terlihat menunggu datangnya bus di halte. Kugiring kakiku mendekati cahaya dewi. Aroma tubuhnya menyentuh kepekaan hidungku. Hasratku langsung ingin memeluknya erat sebagai kekasihku. Ayolah datang padaku.....

"Kau tidak ingin bersenang-senang sebelum berangkat kerja?" Godaku pada wanita yang menenteng tas hitam itu. Matanya terbelalak.
"Oh..ya ampun, Pria berotot! Terlambat...pagi yang sibuk" Dia tertawa seperti tidak sedang digoda. Perfect.
"Maksudku, 10 kali aku mengajakmu untuk datang ke restoran Prancis mahal" Kunaikkan alis terbaikku agar tampak keren "...dan kau memberi kesempatan pada 10 wanita lain untuk menggantikanmu, itu sangat lucu". Nafasku mulai tak beraturan melihat matanya berkedip-kedip.
"Untuk ke-11 kalinya, kau bisa mengajak wanita yang suka menyapamu di toko kue tadi.." Bibir merah jambunya menolakku dengan halus. Lagi.
"Kau..memperhatikanku? Kau memperhatikan dia yang telah menyapaku? Kau cemburu?" Teriakku. si Aprodhite sudah lenyap bersama bus.

Kabar baik, kau memenangkan proyeknya dan kita akan ke Paris! gigiku menyeringai. Kita?...
Minggu depan kita ke Paris, berdua, bersama, shh...proyek jalan-jalan?? Brengsek..! Kupandangi kaca leptop yang masih memantulkan bayangan memalukan. Bayangan yang menampakkan usulan-usulan modus hina. Sesekali berimajinasi bagaimana melakukan pendekatan-pendekatan romantis dengan wanita yang mungkin, dia itu, hanya bayanganku saja...

"Selamat pagi teman kantor, siapa yang akan ke Paris?". Wanita itu menepuk pundakku dengan keras. Mengaburkan bayanganku sekabur-kaburnya. Keringat dingin mengucur. Pantatnya dengan santai mengudara di kursi miliknya, berhadapan dengan bilik bagianku.
"Tidak seorangpun....dari kita yang berangkat ke Paris!" gugupku sembari mulai mengetik sesuatu di leptop yang belum menyala. Salah tingkah. 

Kuperhatikan dia, rambut gelombang kecoklatan, mata bundar jernih, hidung mungil dengan pasangan bibir kemerahan. Sempurna. Sibuk memainkan gadget kecilnya. Handphone. Mengetik sesuatu, terlihat penting. Menarik bibirnya ke arah senyum manis yang setiap hari harus kutelan bulat-bulat, senyumnya bukan untukku. Pagi yang berat.

Malam tiba lebih cepat, aku sudah tidak sabar menantinya. Menanti makhluk yang satu itu, di dalam mobil, membuatku suka was-was di kawasan ini. Kunikmati pemandangan kota di sekelilingku. Memperhatikan setiap inci gedung 5 lantai di depan rumahnya. Hanya ada satu jendela yang terbuka sangat lebar di tengah angin yang cukup dingin, itu aneh. Di ujung jalan ada restoran Prancis dengan pemandangan seorang pria yang sibuk mengeluh-eluhkan wanita yang tampak genit di depan mejanya. Disela-sela keingintahuanku, terdengar apa yang sebaiknya kudengar. Pintunya terbuka, dia keluar dengan pakaian casual, melenggang santai penuh kegembiraan. Aku harus turun.

"Kantor tidak cukup sibuk, jadi aku tidak pulang selarut biasanya" Gambaran keriangan terlukis di setiap penekanan katanya. Membuatku ingin memeluk lebih erat dari yang biasanya.
"Kapan kita menikah? Aku ingin kau keluar dari sarang penyamun ini.." Aku mendesah panjang sambil memperhatikan jendela aneh yang kini sudah bertengger seorang pria melankolis.
"Aku suka tempat ini, tidak ada yang aneh,,,semua baik-baik saja" Ekspresinya tampak polos. Aku semakin khawatir.
"Tidakkah kau lihat, beberapa gerombolan pria sering mabuk dan berjudi disana?" Kutunjuk gang sempit beberapa meter dari hadapannya "Setiap pagi kau harus menyapa seorang yang sekarang sedang berdiri memandangi kita dari jendela lantai 3?" Aku meliriknya dengan tajam "Atau kau selalu saja digoda laki-laki penggila sex untuk makan eskargo di restoran mahal? dan baru tadi pagi teman kerjamu berupaya mengajakmu ke Paris..." Mata indahnya kini menghujaniku dengan pertanyaan bagaimana kau tau? "...banyak wanita disana kenapa harus kau?!....." Hening sejenak "Because i'm a cop, honey.."

Raut muka kekasihku memerah. Bingung. Berpikir dan menyadari bahwa pria yang menyayanginya adalah seorang polisi yang berusaha menghindarkannya dari pikiran negatif para pria disekitarnya. Kemudian dia tersenyum, jari-jarinya sekarang sibuk memegang pipi tirusku. Menggosoknya perlahan.

"Berhentilah memata-mataiku, berhentilah menyadap setiap kegiatan dan mungkin email atau ponsel teman-temanku" Seakan-akan dia tau bahwa aku cemburu dengan banyaknya pria yang mengerubunginya "..dan berhentilah jadi polisi, lalu kita menikah"

Kalimat terakhir membuatku ingin membunuh diriku sendiri. Dia sudah gila...

"Kau tidak perlu mati-matian jadi polisi untuk sekedar melindungiku dari para tetangga" Kutamatkan rautnya yang kini datar "..kau bisa jadi anjing penjaga kalau kau mau"

Sekarang dia menyindirku...

"Mereka berhak mencintaiku, tapi aku dengan sadar tak memiliki hak dan tanggung jawab untuk membalas cinta mereka, Pak Polisi" 

Lengan tangannya mengikuti gerak jemari yang mulai meraba rambut dan leherku. Kecupan halus mendarat di mulut yang sudah mengoceh. Aku berharap semua pria yang melihat ini segera hengkang....


by : Indah












Kamis, 17 April 2014

Lagi "G*ndeng"

Sebenernya aku tidak pernah tau ide apa yang muncul di otak, tiba tiba datang, tiba tiba berlalu juga. Awalnya karena males di kosan, modal ngajakin anak buat jalan-jalan ke UB alias buat "gendeng". Ngapain coba jalan jalan ke UB??!! Ya sudahlah...

Udah masuk UB, my eyes as viewfinder mulai bekerja. Ada pohon, ada gedung, ada ranting, ada daun...Fuallaa~~~Mau coba coba? (Kata mataku) Boleh siapa takut, tapi kalo hasilnya ueleek tanggungjawab hahaha (Batinku)

Temenku yang nggak tau apa-apa dan dengan KEBETULAN yang bego menurutku, dia bawa tas ransel. BAGUS!!! Aku sumpelin tuh tasnya pake ranting sama daun. Salahku?! Diliatin beberapa anak UB bawa semak-semak, mata mereka mengintimidasi banget -__- ya elah iyee ntar aku balikin, segitunya sama semak belukar...

Sampe kosan aku obrak-abrik tuh semuanya sambil mikir aku tuh sebenernya minat nggak sih di dunia fotografi, moto aja nunggu jadi "gendeng" dulu, nunggu mood dulu, nunggu malu-maluin dulu...ah taulah...yang penting aku nikmatin. Bagus nggak bagus yang penting #akurapopo

Dan jadilah ini.....


*Burung siapa tuh nangkring, baru tau -__-


*Bayangin tas temenku dalemnya rimbun begituan. Dia marah dikit, tapi banyak di kosan haha karena alasan awalku buat penelitian. Yang bego siapa coba? :p sepurane....


*Botol UC1000 berguna :D


Terima kasih botol UC1000 dan reranting UB berkat dirimu aku sudah nggak "gendeng" lagi di kosan :)


Sabtu, 01 Maret 2014

Rangkaian Kata Rangkaian Masa Lalu

Bukan saat mata mulai terpejam melainkan saat pertama kali membuka mata. Dunia serasa transparan, dapat melihat disetiap sisinya termasuk kenangan. Ada saat dimana kita merenung dan mengingat, hal hal yang akan kita raih, yang sedang dalam proses bahkan masa lalu yang sudah kita lewati.

Kutancapkan hetset ditelinga, jempol sudah mencari-cari frekuensi radio secara bergilir. Melompat melompat dan melompat. Stop, ada yang menarik.

Kau pernah bilang cinta
Akulah satu-satunya
Kau bilang ku sempurna
Kau cinta aku selamanya

Senyumku mengembang, senyum yang mengandung kenangan silam. Lagi lagi cinta. Ada sensasi meradang, namun juga ada sensasi menggemaskan. Dia yang pernah mengisi hari hariku, dia pula yang meninggalkan hari hari ku. Pengkhianat! Ups..keceplosan....Kenangan yang dingat adalah kenangan yang paling nista dan mengecewakan antara kau dan aku yang pernah meringkuk dalam cinta.

Dan kau tuliskan lagu
Semua tentang diriku
Kau katakan padaku
Jangan ragukan cintamu

Pembohong! nyatanya juga selingkuh! 
Lirik demi lirik seolah menuntunku untuk menjawab apa yang sebenarnya terjadi 5 tahun lalu. 5 tahun tanpa adanya kejelasan perkara dan kebenaran versi cerita. Tak pernah ada yang tau kisahmu dengan wanita murahan itu, membalik fakta bahwa akulah si peselingkuh, membuat cerita bahwa aku yang telah mengecewakanmu? Apa aku memaafkanmu?

Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Iya, aku memafkanmu tapi aku tidak akan melupakan kejadian itu. Seperti menelan empedu. Aku tidak marah, aku hanya kecewa. Dulu  yang kuanggap nyata nyatanya sirna. Sekarang aku melaknat setiap inci dari tubuhmu. Selalu berkata tidak dan menolak. Habis sudah perjuanganku untukmu, dulu. Mantan hanyalah status tapi tidak kejadian perih itu, pelajaran hati yang merusak seluruh kebaikan yang pernah kita lakukan. Dimataku kamu adalah debu. 

Kamu..
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu..
Dan semua kata-katamu semua
Palsu

Kau pernah bilang aku
Istimewa di hidupmu
Tak kan ada yang mampu
Gantikan cintaku padamu
Kau tatap mataku
Kau bilang hatimu untukku
Kau berjanji padaku
Takkan pernah pergi dariku

Hetset yang masih terpasang, suara lagu Gita Gutawa yang mendengung menggelitik telingaku. Memancing memori yang menyebalkan namun bukan lagi rasa emosi atau dendam tapi hanya kepingan masa lalu yang dijadikan pelajaran, yang ku tertawakan dan kuejek seenak hatiku karena aku yang merasakan. Rasa yang sudah mati. Bolehlah aku mengenangmu dengan porsi yang kuinginkan, hanya untuk dikenang tanpa harus merusak hariku dengan pria yang ku sayangi saat ini, dan dengan masa depan yang inginku bentuk bersamanya. 

Terima kasih, sudah melepaskan dan menyakitiku, dulu....
Tanpa peristiwa itu, mungkin aku dan priaku kini tak kan pernah saling menatap dan tak kan pernah menyatu :)

by Indah
Terinspirasi dari Rangkaian Kata - Gita Gutawa

Sabtu, 11 Januari 2014

Nyunyu.com yang Paling Unyu :3

Kebetulan, aku ini anak kos-kosan yang menyandang status mahasiswa angkatan dewa. Udah kebelet lulus aja, pasti dilema-dilema soal SKRIP*biipp**sensor* menghantui. (dilarang bicara kotor). Habis baca beberapa artikel dan lihat video-video dari www.nyunyu.com aku langsung lulus jadi sarjana. ENGGAK! ini web malah bikin aku kerajinan membuka link demi link artikelnya lebih mendalam sedalam sumur. Artikelnya "seru" dan bikin penasaran. Lihat aja tampilan webnya yang dewa banget nih :



"Anak muda" bangetkan! tapi www.nyunyu.com segmentasinya semua umur alias nggak mempertimbangkan kerutan kalian. Artikel-artikelnya mengupas segala macem  ke-awesome-an yang ada di jagat raya, dari "yang penting, yang nggak penting" sampe yang dipenting-pentingin dan itu berhasil menambah wawasanku, nggak melulu soal jurnal. Tampilan gambar dan tulisannya seimbang dan menarik. Coba Skrip*biip* dibikin kayak gini, pasti sekarang udah jadi S1 karena menyenangkan. Ngomongin soal artikel, dari sekian banyak artikel ada satu artikel yang bikin aku ngakak dan saking penasarannya sampai aku praktikin dikosan. 5 Rumus Bikin Foto Selfie. 

Setelah baca artikel ini entah kesambet setan apa, kayaknya setiap artikelnya mengandung magic gitu, jadi aku terhipnotis. Kebetulan juga aku hobi jepret sana sini. 5 rumus selfie aku kerjakan dengan sukses di kosan. No Mirror No Duckface :D. www.nyunyu.com bener-bener mempengaruhi hidup aku hahahaha....sebenernya agak aneh juga ngepost foto beginian tapi dengan begini membuktikan bahwa web yang superdewa ini bener bener meracuniku udah kayak narkoba aja, bikin candu. Nggak hanya aku seorang, tapi mendadak temen-temen kos pada ngerecokin juga. Balcon kosan yang awalnya sepi dan hening karena sibuk mantengin jurnal tiba-tiba penuh, wifi jadi agak lemot dan layar leptop mereka berubah. Salahku? :D



Ini masih satu artikel yang berhasil menyulut saraf saraf otakku, belum artikel artikel lain yang bikin mulutku nganga. Pastinya artikel soal romantika kisah asmara yang bikin galau dan yang bikin move on sekaligus. Ditambah video- videonya yang amazing sampe yang nggak jelas semua ada. Nggak perlu ragu soal keabsahan datanya (bahasanya ilmiah banget) www.nyunyu.com udah memenuhi standar SNI dan berlebel halal buat dikonsumsi siapa aja dan dimana aja. Banyak hal hal yang kayaknya sepele dan nggak penting banget buat diketahui tapi justru disitu menariknya.

Kalian pasti pernah denger lawakan 'Google bisa jawab semua pertanyaan tapi google nggak bisa jawab pertanyaan soal jodoh kamu'. Lawakan itu nggak berlaku di www.nyunyu.com coba tengok gambar dibawah. Asli parah banget nih web wkwkwk. Jodoh kalian bisa terjaawab di web ini, mblo! yang ngerasa jomblo bisa dapet jodoh bisa promosi promosi. 



Kayaknya semua duniaku udah ada di www.nyunyu.com mulai dari kesenenganku baca, curahan hati, pengaplikasian rasa penasaran, jadi fotografer amatir semua infonya tersedia gimana bisa berpaling #asek dan parahnya lagi makin terpenuhi waktu muncul beginian : *tengok bawah*


Kan aku jadi bernafsu untuk menulis. Ini web emank gilak, unyu, nyeleneh dan keren banget. Rasa penasaran makin meluap waktu aku kepoin biang dari segala huru hara www.nyunyu.com. Ahh...ternyata orang orang ini. Ada si @poconggg @shitlicious @landakgaul @adhiefahmi dan kaum kaumnya yang lain. Astaga buah jatuh tidak jauh dari pohonnya mungkin itu pepatah yang tepat. Pantes www.nyunyu.com nggak jauh jauh dari mereka mereka ini hahaha 

Saran buat yang pingin nimbrung, tahan nafas, siapin jajanan yang banyak, kerjain dulu tugas-tugas, jangan lupa makan, mandi sama sholat. Yakin deh bakal lupa waktu dan bikin iman goyah. Buat anak kosan yang kegirangna sama ini web tolong bantal sama karpet dipinggirin dulu kasihan pembantu kosan yang ngebersihin sisa jajanan kalian. Nyunyu nggak bakal kemana-mana kok, serius :D  

1000 Pintu Berhantu






Fotonya dikit hehe soalnya ada kejadian yang membuat saya sungkan mengambil gambar banyak banyak. Semacam diganggu sama penunggu tempat tersebut. 5 menit pertama kondisiku masih sehat walafiat, masih asik jepret sana sini, 10 menit masih fresh, 20 menit terasa ada yang mengikuti kesendirian saya saat hunting foto. Saya biarkan saja. 30 menit berlalu kepala mulai pusing, pundak mulai berat, kaki terasa seperti di pegangi. Eh..ternyata ada yang menghambat saya. Auranya terasa sekali. Apalagi saat aku mulai mengeksplor tempat-tempat tersembunyi di lantai teratas tempat ini. Makin menjadi-jadi. Sekujur tubuh terasa panas, keringat mulai bercucuran dan berjalanpun terasa lambat. Ada yang aneh.


Padahal cuaca saat itu berawan dengan angin sepoi-sepoi. Perut sudah terisi, mandi juga sudah. Ku tengok pengunjung sekitar tak ada yang tampak lelah dengan kondisi tubuh yang kepanasan malah mereka tampak menikmati. Aku butuh air. Lalu aku turun, yang pertama kutemui adalah papaku. Dengan muka kemerahan, aku berkata sambil nyengir "Pah, disini banyak setannya ya". The end.



Sepenggal kisah. Waktu kecil aku bisa melihat hal hal yang tidak semua orang bisa melihat. Iya, rumahku ternyata angker. Ada pohon mangga besar. Disitu tempatku bermain dan disitu pula si pocong dan kawan kawan mengintai. Tiap jam 12 malam sampai jam 3 pagi buta, "mereka" selalu gentayangan. Kaum pocong dan orang-orangan hitam selalu berdiri disudut kamarku. Karena masih kecil, aku hanya bisa merengek dan menangis. Hingga suatu saat aku dan keluarga harus pindah rumah dengan alasan kesehatanku. Akhirnya rumah itu disewakan. Si setan ternyata membayangi keluarga si penyewa, korbannya selalu anak-anak. Anak mereka dihantui juga, lalu mereka pindah karena tidak tahan berlama-lama di rumahku. Usut punya usut yang menjadi penunggu rumah adalah kuntilanak tapi si kunti tak pernah menampakkan dirinya langsung didepanku, yang ada malah bentuk teman teman kunti yang lain atau berbentuk mirip papahku atau orang orang terdekat.

10 tahun berlalu, aku menyandang status menjadi seorang mahasiswa semester 1, keluarga memutuskan pindah lagi ke rumah itu dengan alasan agar tempat kerja papah lebih dekat. Masih terasa bayangan dan perasaan aneh kala aku menginjak rumah itu. Masih teringat jelas rupa si permen lolipop (red : pocong) yang selalu bersandar di pojok ruangan kamarku dulu. 10 tahun ditinggalkan dan ditahun kembalinya kami, keluarga memutuskan untuk merenovasi rumah. Kabarnya, saat si penyewa memutuskan untuk pindah, dipindah juga si kuntilanak dari rumahku oleh orang pintar dan beliau bercerita bahwa dulu si kunti ini suka menempel dan mengikutiku. 

Malam pertama menginap di rumah masa kecilku itu tampak biasa saja tapi pada suatu hari ada kejadian terakhir yang membuatku kabur untuk pertama kalinya. Saat malam tiba, kebetulan aku ingin tidur sendirian (biasanya tidur sama kakak atau mamah), bergegaslah aku ke kamar paling belakang untuk mengambil selimut. Didepanku tergeletak cermin yang besar. Bayangan cerminnya menembus sampai belakang memperlihatkan pintu kamar dan kayu-kayunya yang mulai lapuk. Tak kusangka saat kuperhatikan dalam dalam, ada orang lewat. Itu papahku. Benar itu papahku memakai celana santai bercorak biru, tapi tak berbadan! Kakinya saja yang berjalan melintasi pintu! Sangat jelas hingga membuatku membatu. Satu satunya jalan adalah kabur menuju kamar kakak laki-lakiku. 

Sejak saat itu aku sudah tidak pernah lagi melihat hal- hal yang tidak senonoh yang mestinya tidak ingin kulihat. Hanya mampu merasakan keberadaannya :)

by : Indah