Senin, 06 Mei 2013

100 Puisi Sepenggal Cerita (Part 5)


Sudah kubilang jangan pernah datang. Upayaku melupakan, sinarnya menyoroti bola mata redupku. Menghujani jantungku. Hendaknya kau tau kekuatanmu ada padaku. Datang lagi membawa sejuta beban. Meminta untuk ditenangkan. Kau yang tak bisa kutolak terus kujamah dan kuraba. Kita sama sama mengulum rasa semu. Nikmati saja dosa termanis yang pernah kita lakukan. Sampai batas waktu yang ditentukan, sampai aku menemu cinta yang baru lalu kutinggalkan kau untuk kedua kalinya. Namun masih tak kuasa. (Masih Belum Putus) --- Dosa Termanis.

81. Kurapal namanya ditiap doa tidurku.Kupercayakan raganya pada malaikat malam.Dimimpi kita bersua hingga pagi menjelma #puisimalam

82. Terjaga ditengah tidurku. Merasakan rindu yang malang melintang. Mahamalam merengkuh setiap angan #puisimalam

83. Mata lelah terpejam lelap. Tidur pulas dalam mimpi yang kelam. Dengkurannya meradang melawan bisikan malam #puisimalam

84. Lelapku pada tidur yang dalam. Memimpikan apa yang membuatku terbayang. Kamu dengan daya pikatmu #puisimalam

85. Ikutiku sampai jauh. Melesat menembus cahaya. Mendekapku dalam impian nyata. Bersamamu aku ada #puisimalam

86. Rinduku ikut tenggelam. Menyibak angan melepas kepedihan. Berlarian dipadangnya malam kesendirian #puisimalam

87. Ternyata malam masih sempurna. Bukan ada bintang ataupun bulan. Yang lebih beda. Iya! kabutnya, suara jangkrik dan asap rokok penjaga malam #hening

88. Sepasang bola mata. Terkandung lini duka,terselip pada setiap rongga. Kedipannya luruh mengundang rahasia #puisimalam

89. Sayu sempurna. Indah dan cemerlang. Sudut lengkungnya semburat keceriaan. Bagaimana aku bisa lupa pancaran mata itu? #puisimalam

90. Tatapan itu miliknya. Kosong tak berisi. Berpendar bola matanya. Menyapu seluruh perasaan #puisimalam

91. Kisah ini bertanya tanya. Mata hatiku meragu kala sinarnya meredup menjelma menjadi abu. #puisimalam

92. Jika senja hendak memudar. Tanggalkan cahayanya. Luruhkan rasa nostalgia. Tenggelam termakan khatulistiwa #Lembarpuisi

93. Kadang hanya malam temani sepiku. Meleburkan segala kecemasan. Menanti sang surya membelai rasa #Lembarpuisi

94. Dalam pelukan aku bersimpuh. Menelan pahitnya dunia. Apa yang perlu kutunggu jika kamu terus menghapus jejakku #PuisiJejak

95. Wajahnya keras.Terukir garis garis halus disetiap lekuknya. Menatapku luruh. Berucap sayang dan rindu. Ayah #PuisiAyah

96. Kuatkanku pada sejuta kata. Cerita dibalik kalimat. Kisah dibalik buku lusuh. Memicu kehidupan dalam kebisuan #PuisiBisu

97. Sakitku belum luntur. Masih disini menjelaga. Tak pernah kau ingat seberapa nadi ini terus mengaliri pahit getirnya cibiran dan hinaanmu #PuisiMarah

98. Masih cinta segitiga. Sampai mana tujuannya. Rasamu padaku dan padanya. Tunjuk satu tinggalkan seribu kenangan antara kita atau kau dan dia #Puisimalam

99. Kita merangkai memori. Buang kesedihan bangun keindahan. Bersama melawan segala musuh yang mengguncang #Puisimalam

100. Seratus puisi ini untuk malaikat. Tanpa sayap tanpa cincin suci dikepala. Aku yang paling romantis menjadi puitis untuk yang termanis #100PuisiEnd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar