Senin, 16 Februari 2015

Live free or you die! (The Walking Dead)

Mungkin sudah terlambat untuk menulis film yang satu ini, "The Walking Dead". Saya tidak akan bercerita tentang kapan film ini dibuat, siapa artis atau sutradara yang terlibat di dalamnya atau
kapan si Walker ini dapat berhenti. Tapi saya ingin menulis tentang "Bagaimana jika kita diposisi mereka?" Pilihan apa yang kamu ambil, dibunuh atau membunuh. Bahkan hal itu berlaku untuk orang yang sangat dicintai, ayah, ibu, saudara, pacar bahkan sahabat.

Banyak adegan yang menggambarkan bagaimana mereka diserang "Walker" (red : zombie), bermodalkan senjata api berbagai rupa dan peralatan tajam lainnya. Betul, Walker di sini tidaklah seagresif yang dibayangkan. Dia hanya berjalan lambat, menyeret-nyeret kakinya yang patah, badan berlumuran darah, tulang pipinya terkoyak,  mengeluarkan suara mendesis dan mengeram. Solusinya adalah kamu hanya perlu mendekati dan menusuk kepalanya tapi "just imagine" walker itu adalah ibumu..orang yang teramat kamu sayangi, walker itu adalah salah satu bagian dari keluargamu. Seberapa tega untuk mengambil keputusan  kamu harus menusuk kepalanya dengan besi tajam atau menembak kepalanya hingga hancur? sedangkan di sisi lain kamu harus bertahan  dalam sebuah kelompok kecil, mungkin sekitar 10 sampai 15 orang dan kamu harus bersama untuk mempertahankan kehidupan. Satu terinfeksi dan kamu tidak segera bertindak hanya karena itu ibumu?? semuanya akan mati. Begitu emosional.



Kelompok yang dibahas merupakan kelompok dari orang yang terinfeksi tapi dia masih hidup, orang yang belum berubah menjadi Walker. Memiliki kesempatan untuk sembuh. Mereka terdiri dari orang-orang yang berbeda latar belakang, sifat, RAS, tingkat tempramen yang berbeda-beda, termasuk wanita dan anak-anak. Menyatukan berbagai perbedaan tidak lah mudah hingga pada akhirnya beberapa orang yang tidak mau beradaptasilah yang gugur. Selain adegan penyerangan, yang paling menyentuh adalah cerita mereka bertahan, benar-benar rasional bagaimana cara komunikasi mereka, bagaimana perubahan sikap orang yang sabar, lugu dan bijaksana menjadi amburadul ketika berhadapan dengan situasi yang sulit dan penuh dengan tekanan. Konflik batin, orang-orang menjadi sensi dan saling tuduh, mennyalahkan, tertekan, stress digambarkan sedalam mungkin dalam film ini. 
Mereka sudah tidak bisa berfikir secara rasional lagi. Banyak kemungkinan, penjahat makin jahat, penjahat menjadi baik, orang baik menjadi lebih kejam dari penjahat "asline wong iku apikan tapi karena dek e tertekan ae maleh dadi ngunu", yang baik semakin baik. Ada!.Tidak ada pecitraan! yang hanya dipikiran mereka adalah "Bagaimana aku bisa terus bertahan hidup dengan orang-orang ini".

Bayangkan kalau kamu jadi salah satu dari kelompok itu, apa yang harus kamu lakukan? Di sini tidak ada pemimpin atau anggota semua berhak mengeluarkan pendapat yang terbaik dari yang paling baik. Pendapat yang paling mendekati kehidupan akan diikuti, karena sekali salah langkah hancurlah semua.  Kok bisa? Misalnya :
Ada adegan di mana mereka menemukan sebuah penjara yang dipenuhi Walker dan hari sudah mulai gelap. Logikanya adalah "koen gelem gak gelem kudu manggon kunu kan?" yang manja-manja menggerumun "koen golek mati, penjara penuh dengan bla..bla..bla..tidak aman, lebih aman di alam terbuka...dll".  Belum lagi pendapat yang lain mengatakan "Wes aku pasrah ae...pasrah kepada tuhan, berdoalah semoga....". Nothing to do. Bahkan ada yang emosi "Janc*k, f*uck*ng Sh*t...i dont wanna do this". Dia Menembak ke langit seolah-olah dengan tembakan itu menyelesaikan masalah justru yang ada para Walker semakin berdatangan karena tertarik dengan suara tembakan. Satu kesalahan kecil mengakibatkan satu kelompok  diserang. Tapi dalam film ini tentu ada lakon utama yang alhamdulillah masih memiliki emosi yang waras dari pada yang lain.

Selalu mengambil dari sisi positifnya, Misalnya "mungkin kita menemukan penjara yang penuh tahanan zombie, kita bisa mengambil resiko dengan membunuh beberapa dan merebut separuh lahan. Soal keamanan, kita bisa menggunakan pagar besi penjara untuk sementara dan secara bergantian melakukan pengawasan bahkan penjara itu akan banyak senjata yang bisa kita gunakan. Soal makanan, jika di alam terbuka resiko lebih besar namun di dalam penjara pasti para sipir memiliki gudang makanan untuk dikonsumsi dalam waktu lama begitu juga soal kebutuhan medis. Menemukan penjara seperti menemukan emas".
Jelas, berkomentar seperti ini terlihat mudah,  simpel tapi kenyataannya..ini pendapat pribadi jika saya berada dalam kondisi itu, saya butuh seseorang yang bisa mendinginkan kepala saya terlebih dahulu baru bisa berpikir dengan akal sehat.

Film ini benar-benar mengajarkan tentang arti dari pilihan di tengah-tengah tekanan dan zona nyaman. No internet, No cell phone, Homeless, Chaos, No rules, Walker in every place and every time. Live free or you die!

Kamis, 09 Oktober 2014

22

Boneka anjing dari segala boneka anjing.Bernama Qitmir.....
Hai Qitmir....

Qitmir berbulu coklat keemasan kontras dengan bulu telinganya yang coklat tua.
Suka coklat...suka coklat...
Teman tidur, teman bermimpi...
Berjalan sendiri tanpa tali..

Qitmir punya filosofi...
Anjing dari segala anjing...Raja anjing milik ashabul kahfi.
Satu-satunya anjing yang masuk surga.
Qitmir menemani dan melindungi. Jadi jangan takut bermimpi.
Anjing mana yang tak kenal Qitmir, jadi namai saja Qitmir.

Kata sang pemberi...




by : Indah
Kapan-kapan bisa upload fotonya Qitmir
Selamat berkendara diangka 22
Segalanya Indah :)





Rabu, 24 September 2014

I Just Want to be Done

Saya di tengah keterbatasan dan ketidakmampuan.
Berharap ada orang yang pengertian, berharap ada yang menolong sayaSekedar buaian belaka tak apa.
Sekedar memperlancar satu masalah di kehidupan sayapun, bersyukur.
Saya berusaha memikirkan jalan kedepan selangkah demi selangkah mengurai setiap masalah yang berdatangan tanpa tangis.
Menanggapinya berdasarkan logika tanpa perasaan, jika tidak, semuanya akan kacau.
Sakit hati dan menjadi beban.
Memikirkan jalan keluar dan jalan terbaik.
Sering kali mengeluh sering kali tertatih tapi seakan bergeming, mempermudahpun tidak, justru menjadi keruh.
Ingin hidup damai saja meletih, merajam doa berkali-kali.,.timpang tindih enggan berhenti.
Lelah...hampir putus asa....tapi pernah terdengar kata "boleh menyerah tapi jangan berhenti"

Boleh menyerah tapi jangan berhenti...
Boleh menyerah tapi jangan berhenti...
Boleh menyerah tapi jangan berhenti...

Bibir terucap berulang kali, hati terus mengikuti.
Mendaftar setiap masalah yang terjadi dari hal hal kecil hingga hal hal besar sekalipun
Seperti komputer di otak saya...bernafas dalam-dalam kemudian menarik benang merah
Pedih....boleh menyerah tapi jangan berhenti...
Menulis apa yang seharusnya saya lakukan.
Pertama, harus ini kemudian itu...bersabar, tekuni dan jalani. Lama sekali! iya! Pasti lama...
Butuh waktu....butuh kesabaran dan terus tekuni nanti akan terbiasa.
Terbiasa dengan penyakit dunia.
Memasang target, tahun ini harus berkurang setidaknya satu atau dua masalah...apapun cercaannya
yang terpenting berkurang dan yakin pasti dapat dilalui.

I just want to be done.... :")

by : Indah






Selasa, 02 September 2014

Menambah Warna Hidup

2 Bulan absen menulis...sekarang kembali dengan tulisan abal abal...

Sibuk merenung, sibuk urusan akademik yang enggan pergi...berputar dan berputar kemudian jenuh...
Apa yang harus dilakukan?? Iya, menghasilkan karya..karya yang lain selain tulisan...yang bermanfaat.
Mungkin benda benda lucu....otakku mulai berpikir, saraf-sarafnya mulai mengalir memilah-milah info kreatifitas yang bisa dituangkan tidak hanya ide....sekarang mulai pening...dan...
Oh iyaaa!!!! Prakarya....

Baiklah, ini itu...membuat ini dan mencatat itu dalam sebuah note :
1. Menjahit kain kain perca kemudian menjadi alas
2. Membuat kotak pensil dari benda useless
3. Menghias cermin
4. Menghias gorden
5. PENUH BUNGA-BUNGA!!

Yap! Terkonsep. Seminggu sekali membuat prakarya, sesekali melirik hanya melirik urusan akademik. seminggu dua minggu tiga minggu...list prakarya sudah habis. Lantas apa yang harus ku perbuat? Semua sudah kulakukan....mmmmm apa ya?
Kubuka akses dunia....melihat kegiatan benua lain lewat internet. Bisnis online! Kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan uang. Criiing....uang?! $.$
Oke aku terima tantanganmu wahai dunia online....tapi tapi tapiiiii......beranikah? cukup kebalkah wajahmu untuk melebarkan sayap di dunia fashion online?

Mulai melist modal abstrak dulu :
1. Mental
2. Pede
3. Berani malu dan malu-maluin 
4. Cari partner yang terpercaya
5. Praktek materi komunikasi yg didapat dari perkuliahan

Sekarang melist modal kongkrit :
1.Buka dompet...mikir....oke fix!

Wishlist :
Tidak memungkiri akan terjadi halangan atau hambatan apapun segalanya ada resiko dan hanya bisa berharap bahwa hal ini dilakukan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh. Selalu berdoa dan Tuhan pasti memahami segala kejujuran dan kemantapan yang ku lakukan. Semoga mendapat hasil yang terbaik dan tidak akan berhenti sampai disini :)

Persiapan beberapa hari untuk trial and error....dan fualaaaaaa...gelar "SIS" akhirnya tertambat sebelum mendapat gelar S.IKOM. Tidak hanya gelar tapi juga tokoku "DIAMOND SHOP"
Dengan adegan promo-promo yang tak pernah kubayangkan sebelumnya...

Sis..ada barang baru nih di Diamond Shop cek twitter ya @Diamond_OLS
Bisa order via WA + join grupnya 08563278668 / 085655640091 (fast respond) atau join grup BBM 740B7EBF
Buruan order lo sis...barangnya terbatas soalnya... :)
Eh tunggu tunggu sis...@Diamond_OLS nggak cuma nawarin baju cewek lo....buat pacarnya juga bisa loo..
sis bisa gabung di grup WA Diamond for Men tinggal kontak aja sis...banyak kaos distro yang bisa dikadoin buat pacar, selingkuhan, kakak cowok atau temen yang tomboy semuanya bisaaa...unisex sis hehe





Baiklah, sudah terjun maka harus disebrangi. Mungkin ini langkah awal untuk membuat hidup lebih berwarna. Mengurangi rasa rasa monoton (red : skripsi). Terkadang kegiatan-kegiatan yang sepele yang kita hindari mungkin karena gengsi atau malu justru bisa dijadikan kesempatan untuk menambah pengalaman walau hanya sederhana walau hanya dalam lingkup kecil. Jadi tetap bersyukur untuk kegiatan apapun atau pekerjaan apapun yang penting menjalaninya dengan bahagia. September ceriaaaaaaa :)


Jumat, 04 Juli 2014

Wanita Mengoceh



Sering kali aku berprasangka, menduga-duga dan menelaah setiap kalimat yang menurutku ambigu dari bibirmu bukan karena aku menuduh, bukan karena aku mempertanyaan bentuk kepercayaanmu padaku …hanya saja feeling lagi lagi feeling…
Belajarlah, bahwa kaumku ‘wanita’ ketika benar-benar mencintai seorang pria dia akan semakin erat genggamannya…sulit membedakan mana yang kalian sebut sebagai over protective atau mencari-cari kesalahan. Iya, naluri….takut untuk kehilangan.

Kenapa kalian ‘pria’ seolah-olah membiarkan itu sebagai kecerewetan atau justru membuat kalian semakin ilfeel? Kenapa kalian harus marah-marah ketika sering ditanya ini siapa? cewek itu siapa? Karena lama kelamaan akan mengganggu?? Annoying?? Ingat, suatu saat omelan itu akan membuat rasa rindu yang dalam ketika semuanya telah hilang…ketika kalian sudah lengang. Ada banyak ikan di laut tapi cuma satu yang annoying di dunia. Kelemahan dia hanya annoying dengan kecerewetannya tapi kelebihannya tidak akan pernah kalian dapatkan pada wanita lain selain dia.

Perlu kalian ketahui, wanita akan dengan rela mempelajari setiap detail perilaku pria yang ia cintai tanpa harus pria itu mengerti. Seperti mesin scanner. Seperti melihat isi kulkas dari atas hingga bawah dengan sekali pandang. Akan seperti itu setiap waktu, setiap aku bertemu denganmu. Apa yang kamu suka apa yang tidak. Apa yang menjadi pembeda dengan pria lainnya…setiap gerak gerik verbal dan non verbal. Nada bicara, kedipan mata, intonasi…hal itu yang membuat wanita merasa menang selalu merasa senang dengan sosok pria yang bukan lagi sekedar harapan dan bayangan. Menempatkan dirinya sebagai wanita yang selalu diidam-idamkan sang prianya. Berharap bukan wanita lain…bukan dibandingkan dengan wanita lain untuk main-main.

Hingga pada akhirnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan aneh di luar sistem scaning-nya.  Mengapa kamu berubah? Mengapa seperti ini seperti itu? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang..kurang dan kurang?? Dengan harapan wanita itu masih merasakan pria yang diinginkan sama seperti momen manis ketika awal berjumpa, awal jatuh cinta tanpa harus membuat kenangan itu menjadi mimpi buruk.

Yang lebih mengherankan lagi, ketika wanita candu dengan belanja mengapa pria sangat candu dengan “belanjanya juga”. Padahal ada wanita yang disayangi di sisinya. Sampai saat ini mahabingung aku menjawab. Wanita belanja barang, pria belanja wanita! Entah itu hanya sebagai mata-mata atau apalah itu. Itu yang aku maksud, dengan klaim mereka yang renyah didengar “Semua laki-laki sama”. Oke aku sudah mendapat jawaban. Jawaban singkat yang membuatku terhenyuh. Lantas ku biarkan saja….karena percuma semakin wanita cerewet semakin membuat pria ilfeel. Itu yang berusaha dipahami wanita. Lagi-lagi wanita yang belajar.

Sangat disayangkan ketika sebagian pria malas mempelajari dunia wanita dari sudut pandang manapun. Maka yang ada pria akan menggeneralisasikan kalimat “wanita itu bukan ingin dimengerti tapi susah untuk dimengerti” atau “dimana-mana pria itu dimata wanita selalu salah tak pernah benar”.

by : Indah

Senin, 02 Juni 2014

Cinta Memang Banyak Bentuknya :)

Kita adalah sepasang sepatuSelalu bersama tak bisa bersatuKita mati bagai tak berjiwa Bergerak karena kaki manusia 
Lagu sepatu mengingatkan aku pada sesuatu. Sesuatu yang begitu ambigu untuk diadu. Semua terasa nyata tapi begitu pahit untuk dicerna. Aku dan kamu. Perasaan yang hanya fana dan maya.
Aku yang mengeluh-eluhakanmu tanpa kecap. Memantau kebersamaan kita melalui kecanggihan dunia.
Saling pandang dan saling tersipu. Hanya itu...
Tanpaku kamu bukan apa apa, tanpamu aku bukan yang sekarang....(mengapa tidak terus bersama?) tapi masa depan adalah pengecualian... kita tak bisa saling menyatu terpisah jarak dan waktu...

Aku sang sepatu kananKamu sang sepatu kiriKu senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginan

Kembali pada masa lalu dimana kita saling melangkah bersama mengikuti alur imajinasi. Kamu melangkah maju aku juga, kamu semakin kedepan aku mengiringi dari belakang.
Selalu bersama....
Kadang aku lupa waktu hanya karena kamu datang menyapaku dan mempermainkanku dengan pesta kecil darimu. Manis tapi terlalu cepat berlalu...

Kita sadar ingin bersama 
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Sadarlah bahwa aku masih ingin bersama, diam-diam merana mengingat dirimu yang tak lagi kembali. Seperti hilang pasangan bermainku, pasangan pembangkit gairah penerus hidup.
Sulit untuk mengungkapkan emosi...
Dalam lingkup hati yang dalam aku meyakini bahwa kamu ingin kembali dalam cerianya panggung hiburan. Panggung hiburan pembawa hasrat kebahagiaan....

Ku senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginan


Kecanggihan dunia telah memisahkan namun juga semakin mendekatkan kenyataan bahwa tak lagi bisa kutengok wajah pembuat senyum itu. Benar! Ibarat sepatu kita hanya bisa saling pandang dan saling tersipu...

Cinta memang banyak bentuknyaMungkin tak semua bisa bersatu.....#np Tulus - Sepatuby : Indahto : my bias, Kris...thanks vo everysingle day :')

Sabtu, 03 Mei 2014

Because i'm a cop...

Seperti pagi pagi normal lainnya, aku sibuk dengan leptop kecilku diujung jendela terbuka lantai 3, sambil meneguk segelas green tea. Meski hangatnya sinar pagi terus menderu namun tak pernah menggigit kulit pucatku tapi tidak dengan wajah yang kutunggu. Ekspresi wajah mengantuk yang selalu muncul hanya sekedar mengambil koran di luar pagar.  Lalu....

"HAI___" Suaranya terdengar nyaring. "...SELAMAT PAGI...REPORTER!" Pukul 06.00, dia selalu menyapaku dari bawah halamannya. 
"HAI JUGA__" cantik! "EMM..WANITA KARIR!" senyumanku terlihat geli sekarang. Kemudian dia kembali masuk. Hampir saja...

Wajah itu muncul lagi di balik pintunya, rambut gelombangnya sedikit basah terkena selang air. Dia menyiram. Dia masuk lagi. 1 jam kemudian mini dress pastel dan rompi hitamnya yang menurutku sangat pas ditubuh mungilnya, terpasang lengkap dengan tas tenteng. Indah, dengan riasan ala kadarnya, bersiap untuk melalui hari-harinya. 1 langkah 2 langkah...dan pasti dilangkah ketiga dia kembali untuk mengambil bekal makanan dan sebotol air mineral yang SELALU terlupa. Andai, aku yang sudah siaga dibalik pintunya kemudian menodongkan sejumlah benda pengisi perutnya, aku akan bahagia. Bukan sebagai penikmat aktivitas menjemuhkan di pagi hari dari ujung jendela...

Jika semua orang di pagi hari selalu diawali dengan menyiram, menyapa bahkan hanya sekedar membaca email di leptopnya sambil menyesap teh hangat, itu sangat membosankan. Bagiku, jogging dan membelanjakan mata adalah hal yang memberiku energi. Iya, wanita seksi yang sering menyapaku, terkesima dengan dadaku yang berotot dan rambut yang berkeringat. Tidak dipungkiri, dia akan berada diranjangku nanti malam, tapi tidak untuk malam ini. Mataku langsung tertuju pada, "Aprhodite, the goddess of love and beauty". Terlihat menunggu datangnya bus di halte. Kugiring kakiku mendekati cahaya dewi. Aroma tubuhnya menyentuh kepekaan hidungku. Hasratku langsung ingin memeluknya erat sebagai kekasihku. Ayolah datang padaku.....

"Kau tidak ingin bersenang-senang sebelum berangkat kerja?" Godaku pada wanita yang menenteng tas hitam itu. Matanya terbelalak.
"Oh..ya ampun, Pria berotot! Terlambat...pagi yang sibuk" Dia tertawa seperti tidak sedang digoda. Perfect.
"Maksudku, 10 kali aku mengajakmu untuk datang ke restoran Prancis mahal" Kunaikkan alis terbaikku agar tampak keren "...dan kau memberi kesempatan pada 10 wanita lain untuk menggantikanmu, itu sangat lucu". Nafasku mulai tak beraturan melihat matanya berkedip-kedip.
"Untuk ke-11 kalinya, kau bisa mengajak wanita yang suka menyapamu di toko kue tadi.." Bibir merah jambunya menolakku dengan halus. Lagi.
"Kau..memperhatikanku? Kau memperhatikan dia yang telah menyapaku? Kau cemburu?" Teriakku. si Aprodhite sudah lenyap bersama bus.

Kabar baik, kau memenangkan proyeknya dan kita akan ke Paris! gigiku menyeringai. Kita?...
Minggu depan kita ke Paris, berdua, bersama, shh...proyek jalan-jalan?? Brengsek..! Kupandangi kaca leptop yang masih memantulkan bayangan memalukan. Bayangan yang menampakkan usulan-usulan modus hina. Sesekali berimajinasi bagaimana melakukan pendekatan-pendekatan romantis dengan wanita yang mungkin, dia itu, hanya bayanganku saja...

"Selamat pagi teman kantor, siapa yang akan ke Paris?". Wanita itu menepuk pundakku dengan keras. Mengaburkan bayanganku sekabur-kaburnya. Keringat dingin mengucur. Pantatnya dengan santai mengudara di kursi miliknya, berhadapan dengan bilik bagianku.
"Tidak seorangpun....dari kita yang berangkat ke Paris!" gugupku sembari mulai mengetik sesuatu di leptop yang belum menyala. Salah tingkah. 

Kuperhatikan dia, rambut gelombang kecoklatan, mata bundar jernih, hidung mungil dengan pasangan bibir kemerahan. Sempurna. Sibuk memainkan gadget kecilnya. Handphone. Mengetik sesuatu, terlihat penting. Menarik bibirnya ke arah senyum manis yang setiap hari harus kutelan bulat-bulat, senyumnya bukan untukku. Pagi yang berat.

Malam tiba lebih cepat, aku sudah tidak sabar menantinya. Menanti makhluk yang satu itu, di dalam mobil, membuatku suka was-was di kawasan ini. Kunikmati pemandangan kota di sekelilingku. Memperhatikan setiap inci gedung 5 lantai di depan rumahnya. Hanya ada satu jendela yang terbuka sangat lebar di tengah angin yang cukup dingin, itu aneh. Di ujung jalan ada restoran Prancis dengan pemandangan seorang pria yang sibuk mengeluh-eluhkan wanita yang tampak genit di depan mejanya. Disela-sela keingintahuanku, terdengar apa yang sebaiknya kudengar. Pintunya terbuka, dia keluar dengan pakaian casual, melenggang santai penuh kegembiraan. Aku harus turun.

"Kantor tidak cukup sibuk, jadi aku tidak pulang selarut biasanya" Gambaran keriangan terlukis di setiap penekanan katanya. Membuatku ingin memeluk lebih erat dari yang biasanya.
"Kapan kita menikah? Aku ingin kau keluar dari sarang penyamun ini.." Aku mendesah panjang sambil memperhatikan jendela aneh yang kini sudah bertengger seorang pria melankolis.
"Aku suka tempat ini, tidak ada yang aneh,,,semua baik-baik saja" Ekspresinya tampak polos. Aku semakin khawatir.
"Tidakkah kau lihat, beberapa gerombolan pria sering mabuk dan berjudi disana?" Kutunjuk gang sempit beberapa meter dari hadapannya "Setiap pagi kau harus menyapa seorang yang sekarang sedang berdiri memandangi kita dari jendela lantai 3?" Aku meliriknya dengan tajam "Atau kau selalu saja digoda laki-laki penggila sex untuk makan eskargo di restoran mahal? dan baru tadi pagi teman kerjamu berupaya mengajakmu ke Paris..." Mata indahnya kini menghujaniku dengan pertanyaan bagaimana kau tau? "...banyak wanita disana kenapa harus kau?!....." Hening sejenak "Because i'm a cop, honey.."

Raut muka kekasihku memerah. Bingung. Berpikir dan menyadari bahwa pria yang menyayanginya adalah seorang polisi yang berusaha menghindarkannya dari pikiran negatif para pria disekitarnya. Kemudian dia tersenyum, jari-jarinya sekarang sibuk memegang pipi tirusku. Menggosoknya perlahan.

"Berhentilah memata-mataiku, berhentilah menyadap setiap kegiatan dan mungkin email atau ponsel teman-temanku" Seakan-akan dia tau bahwa aku cemburu dengan banyaknya pria yang mengerubunginya "..dan berhentilah jadi polisi, lalu kita menikah"

Kalimat terakhir membuatku ingin membunuh diriku sendiri. Dia sudah gila...

"Kau tidak perlu mati-matian jadi polisi untuk sekedar melindungiku dari para tetangga" Kutamatkan rautnya yang kini datar "..kau bisa jadi anjing penjaga kalau kau mau"

Sekarang dia menyindirku...

"Mereka berhak mencintaiku, tapi aku dengan sadar tak memiliki hak dan tanggung jawab untuk membalas cinta mereka, Pak Polisi" 

Lengan tangannya mengikuti gerak jemari yang mulai meraba rambut dan leherku. Kecupan halus mendarat di mulut yang sudah mengoceh. Aku berharap semua pria yang melihat ini segera hengkang....


by : Indah