Rabu, 13 Maret 2013

Kepada Bola Dunia

Teruntuk Bola Dunia


Sebelumnya, aku, si Periang ingin menyampaikan beribu kata desah dan lontaran kata terima kasih kepadamu yang suka berputar pada porosnya. Terima kasih telah mengizinkanku menginjak-injak lantai lembab berlumut nan dingin, terima kasih telah memberiku ruang yang lapang hingga tak cukup waktu yang kumiliki untuk berkeliling bahkan tak mampu dan terima kasih telah ramah meneduhkanku dengan atap mencerahkan sehingga dapatku melihat laut secara bersamaan dan sadar bahwa laut masih biru dipantulan awanmu.

Semua telah kusyukuri dan kuindahkan dalam memori hati, tapi kenapa aku yang menumpang ini masih tak bisa menepis istilah dunia itu kejam? Apa yang salah denganku atau denganmu? Kenapa aku masih merasa kesal dengan segala kehidupan ini?

Bagian desahannya adalah ketika aku harus menjadi dan mencoba menjejalkan rasa riangku didesakan rasa sakit akan kisah asmara yang rumit. Menyusuri dasar hati yang gelap dengan pulasan pipi merona seakan-akan aku masih baik-baik saja. Makin kedalam makin terperosok lalu diseret didalam kegelapan dan keperihan. Aku bukan gadis perih tapi peri-ang, kuyakinkan segalanya. Adegan dicintai mencintai. Membenci dan dibenci. Kehilangan dan dihilangkan. Merindu dan dirindukan. Cinta bersemi kembali dan tak mau kembali. Keterlambatan dan menyalahkan waktu. Rasa datang disaat yang salah. Dipatahkan dan mematahkan. Persimpangan masa silam.

Lelah didasar hati, aku berlari berlindung dalam sapaan hangat sahabat. Memulihkan keadaan, meramaikan suasana tapi dikeramaian masih terasa senyap. Sangat menguatkan, tapi tak untuk selamanya. Duka tak hanya ada pada asmara tapi pertemananpun. Saling membelakangi, membicarakan tanpa henti. Saling menyombong akan keadaan yang dimiliki. Saling iri dan menghakimi menyerang perasaan. Yang ku ambil hanya serat-serat nasehat positif untuk dikaji lebih dalam dan dicocokkan pada masalah yang bertubi datangnya. Seperti teori untuk memecahkan kasus penelitian ilmiah.

Merangkakku pada lingkup kecil yang disebut keluarga. Meminta untuk dihangatkan hati dan perasaan, diteguhkan segalanya namun biang kerok muncul kembali ketika menerjang semangat masa depan. Diloyokan hatiku kembali, digoyahkan seluruh riangku lagi saat keluarga pada titik egoisnya masing-masing, mengatur yang tak berhak mereka atur, menjembatani apa yang mereka mau, lalu dipaksa untuk melaluinya tanpa terjatuh. Lantas seperti boneka, fisik ini tak pernah sinkron dengan pikiran dan kalbu. Aku harus bagaimana? Bantuan terakhirku ada pada keluarga! Tapi tak pernah sama, prinsip ataupun kehidupan yang aku jalani.

Dari semuanya, seperti rangkaian skenario yang memang engkau buat agar dirimu yang bundar ini tak merasa kesepian. Merasakan apa yang kurasa, membuatku menjadi sendiri, agar aku bisa bersamamu dengan cukup memimpikan keberduaan yang searah denganku. Nyatanya enggan kau izinkan. Nyatanya aku hanya bisa menikmati alammu saja, tak kau biarkan aku berpaling mencari kebahagiaan lain. Alam masih bersamaku, hijaunya hutan yang menyita mataku tuk menutupnya, angin yang menyepoi menyegarkan lelahku, sinar yang menghangatkan kedinginan hatiku. Itukah caramu agar aku tak tampak sendiri? Jahatnya! bolehkan aku sekali-kali merasakan sentuhan-sentuhan kecil kebahagiaan yang aku inginkan? 

Aku berjanji akan menjadi yang kau inginkan 
Bola dunia tak pernah kutinggalkan alamnya
Tapi tolong, jangan rampas segalanya menjadi buih
dan membiarkan aku mencercamu sebagai dunia yang kejam

Tertanda Periang


Dreamer :’)


by : Indah

Bagi yang bingung mau curhat sama siapa, coba deh curhat saja sama alam pasti didengar kok :p
Jadi ini surat kaleng untuk bumi dari gadis periang ceritanya :D



Senin, 11 Maret 2013

100 Puisi Sepenggal Cerita (Part 2)


Sama seperti tangisan hujanmu yang lalu. Dirimu yang mengeluh memintaku untuk setiap doa yang kusebutkan. Aku hanya melenggang sambil berkata bahwa doa dan semangatku terus menyelimuti tubuh rapuhmu. Jangan pernah takut untuk rintangan didepanmu karena ada aku, aku yang selalu memberimu kekuatan. Meski ragamu tak ada padaku tapi hatimu masih membutuhkan setiap belaian sayang dari tuturku. Aku tau dan kita sama sama tau. Hanya waktu yang enggan menyetujui persatuan ini. Dekapan ini hangatnya sentuhan fana ini menusuki jantung. Melawan semua area rahasia kita, menerpa setiap realita yang ada (Cerita ditengah sepi)---Doa dan Semangat



21. Malamnya sayu, melelapkan segala mata #kerinduanku. Merebahkan segala raga melumpuhkan seluruh hati yang bisu #puisimalam

22. Kulompati setiap jarak, hantarkan #kerinduanku pada sang malaikat, waktu tak mampu mempertemukan maka hanya sebatas penantian #puisimalam

23. Meresap dalam relung sukma. Mengiris #tajam rasa cinta. Enggan membuka jalan untuk persimpangan #puisimalam

24. Kapan kau perna sirna sayang, menghunusku melebihi #tajamnya pedang, mencongkel seluruh mata batin yang nelangsa #puisimalam

25. Rindu ini merajamku sampai padam. #Tajamnya cinta yang kau abai membelah seluruh raga merana. Kubertahan #puisimalam

26. Bayanganmu semakin #tajam. Memenggal setiap inci kenangan. Merampas liku keindahan #puisimalam

27. #Longdistanceheart tentang jarak yang memisah tak untuk cinta kita yang terbelah #Katakankatamu #puisimalam

28. Tak berhak #cemburu karena bukan milikku. Hanya memendam rasa semu yang tak kunjung berujung #Katakankatamu #puisimalam

29. Seperti musim #semi dirimu dan diriku terbentuk dalam nuansa romansa menapaki setiap mekarnya bunga mawar tanda cinta #puisimalam

30. Terjebak dalam kesemuan yang ber#semi kembali. Menyentak setiap hati. Kacau meracau dalam cinta. Terurai dalam bayangan #puisimalam

31. Air mata ini terus jatuh, menetes di setiap benih agar ber#semi menjadi sesuatu yang abadi dalam dukaku #puisimalam

32. Menjelajah mencari sepi. Hanya kenangan semu yang ada. Disetiap musim #semi ku menunggu, memori awal pertemuan kita #puisimalam

33. Hanya ber#semi jika tandamu muncul. Menuai apa yang kita tanam. Benih cinta tumbuh menjadi kenangan manis menjuntai #puisimalam

34. Cinta kembali #semi kala semua tersiram keluluhan. Ketidakmampuan untuk tak menoleh kebelakang. Merdam amarah lampau #puisimalam

35. Mata ini terpejam tapi hati masih terjaga. Telinga ini pura pura tuli tapi pikiran ini mendengar. Setiap #keluh dan rengekan perasaan #puisipagi

36. Terlelap untuk yang kesekian kali. Menanti pagi yang tak kunjung henti. Meraih #senja yang kabur dan bersembunyi. Kapan aku terhenti? #puisisenja

37. Malam tak kan pernah berpijar lagi. Berperangai bintang berbenteng rembulan. Percuma langitnya masih #semu tak mau menyatu #puisimalam

38. Awal dari #hidup adalah pagi. Mati sebentar saat malam. Yang abadi hanyalah hati. Tak berawal dan tak pernah mati #puisimalam

39. #Hidupkan kisah tak bertuan. Beri roh pada setiap hati hampa. Menggeliat sang sepi menuju pencerahaan. Jatuh cinta #puisimalam

40. Kepada kenangan untuk dirindukan. Hempaskan? Jangan. Tapi pulihkan dengan #hidup damai, terbungkus cinta bersemi #puisimalam

By : Indah


Jumat, 08 Maret 2013

Menjelma Dalam Angan


Setiap malamnya adalah ritual mengusir kesepian
Setiap malamnya adalah kutukan


Hanya berguling guling pada angan konyol yang kubangun sendiri. Menciptakanmu disampingku saat aku hendak terlelap. Seakan akan kamulah yang menemaniku tidur agar aku tidak terlalu takut untuk sendirian.
Kali ini kamu memakai kaos warna biru dan aku dengan kemeja lengan panjang warna biru muda juga. Kita sama sama memandangi satu sama lain dengan tubuh yang sama sama berbaring. Layaknya cermin saat aku berkedip kamu berkedip juga, aku menggeleng kamu ikut menggeleng. Tawa renyahku detik itu juga, menertawakan apa yang kuperbuat. Kita berbagi beberapa cerita dalam diam. Atmosfir kamar berubah menjadi keadaan dimana semua tampak sunyi, senyap dan damai hanya aku dan kamu. Romantis sekali kita. Nyatakah ini?

Dirimu yang seperti tak pernah tidur mulai menyelimutiku. Merampas semua dinginnya angin malam, menggantinya dengan kehangatan. Nyamanku rasa. Mata mulai berat tapi masih tertahan untuk tetap melihatmu, takut kehilangan bayanganmu. Meski nyatanya kamu tak pernah hadir.

Bagaimana jika aku terbangun tengah malam?
Bagaimana jika aku mimpi buruk?


Tanganmu yang besar mulai memainkan rambutku perlahan lahan kemudian turun ke arah pipi mengelusnya sangat lembut. Aku semakin mendekatimu, mendekati rasa tak ingin berpisah. Sakitnya mulai bermunculan. Aku tertahan oleh imajiku sendiri. Telapakmu makin meluncur dibalik punggungku menepuknya dengan lemah lembut. Air mataku mengalir deras. Menyusuri lekuk pipiku lalu merembes meresap kesela-sela bantal. ahh..sesak sekali. Begini kah rasanya dikutuk oleh bayangan tentangmu? Terlelappun harus semenderita ini? Lantas ku bayangkan kau tersenyum, mendekapku erat berbisik padaku 

Jangan pernah takut, aku selalu disini menjagamu saat mata ini terpejam.

Rapuh sangat rapuh. Menjelma pada angan kosong yang kusutradarai sendiri. Hanya dengan begini hampaku sedikit luruh, mengenang segala kenangan gila yang kubuat buat. Menyenangkan hanya dengan melihatmu dalam khayalanku sendiri tapi terkadang senangnya sangat berbalas dengan luka yang ditimbulkan. Sampai kapan ritual ini berakhir? Ritual mengusir sepi. Cabut kutukan malam kumohon...

Tiba-tiba cahaya datang kemudian berputar disekitarmu. Putih sangat silau. Wajahmu serta senyummu luntur. Aku pulas. dibawaku ke ranah mimpi mungkin olehmu. Kita bertemu dalam gerbang yang pahit, gerbang angan kosong yang kubangun. Bukan didunia nyata bukan realita tapi manipulasi diri agar aku tetap tertemani. Meski kamu tak pernah muncul dan tak pernah tau.

By : Indah

Kali ini cerita sebelum tidur :3
Malam malam paling asik membayangkan yang romantis romantis :3 *kedip kedip girang*

Rabu, 06 Maret 2013

100 Puisi Sepenggal Cerita (Part 1)


1. #Sinarnya menghanguskan amarah melebur egoku. Hangatkan hati, Terbuai akan kasih selembut sutra. Merindumu #puisimalam

2. #Peluk seribu kata puisiku. Torehan pena menuliskan serba serbi tentangmu tak beralasan. Menjanjikan harapan disetiap judulnya #puisimalam

3. Buram #cermin dihadapan. Melangkahkan pada ketiadaan. Menerka masa depan hanya kekosongan yang menyapa #puisimalam

4. Rasanya tak ingin pergi, berusaha terjaga, meski #peluk mu tak padaku. Senyuman saja sudah memuaskanku :’) #puisimalam

5. #Cerminnya meretak. Firasat angin berkata tinggalkan. Terjebak dalam desiran sepi merajut cinta sendiri #puisimalam

6. Yang ku tau #cerminan hasrat rasamu beradu denganku. Memaki gundah mengusir hampa. Mengundang bias cahaya sang surya #puisimalam

7. Walau cinta ini tanpa bahasa, rindu di #pelukku erat. Hembuskan kabut senyap menerawang takdir antara aku dan dia. Sesakku dibuat terjaga #puisimalam

8. Sia siaku menatap #cermin , yang ada hanya pantulan rindu. Hamburkan segala air mata. Mematung didepan bayangku sendiri #puisimalam

9. Merengkuh tubuhmu dalam #peluk kan bayangmu. Merintih pada jarak yang menjauhkan #puisimalam

10. Tatap mataku melalui #cermin. Memantulkan sinarnya, mengalihkan dayaku membiaskan semu cintanya. Kuterpana #puisimalam

11. Sungguh melukaiku, #ikatan tanpa nama menjelma menjemput hati yang merindu. Nelangsaku saat rasa itu tak hanya untukku #puisimalam

12. Tanpa tanda tanpa isyarat. #Ikatan semu percintaan mengundang tanya persatuan untuk dipertemukan #puisimalam

13. Meng #ikat ku dalam kesendirian. Memapahku dalam ketiadaan. Rasa rindu bergejolak, menyalahkan cinta yang terabaikan #puisimalam

14. Titipkan salam pada senja, menggelepar lumpuh hati gundah. Menanti ketiadaan yang terasa nyata. Tak #ampuniku tuk melawan #puisimalam

15. Malam masih menyebalkan. Tak menolong. Tak meng#ampuniku dari setiap bayangan yang berkelana meresap ke pori pori sukma #puisimalam

16. Terendam dalam desiran hasrat rasa. #Ampun sayang mengaduhku sakit, menerawang jauh terhanyut aliran maharindu #puisimalam

17. Nikmatnya mencintaimu tiada #ampun menjajah hati. Nafasku memburu keras menyalahi keadaan. Terjatuh kata cinta #puisimalam

18. #Ampuniku yang menyabangkan perasaan menjadi persimpangan. Kupegang peta yang membutakan mata akan arahku melangkah #puisimalam

19. #Kerinduanku tak bernyawa, mengabdi pada satu nama, menghambat setiap hembusan nafas, merajut cinta yang fana #puisimalam

20. Enggan beralasan jika menyangkut #kerinduanku. Melawan argumen bertahan namun membabat habis semua pertahanan hatiku #puisimalam

Memandangi jendelaku, langitnya mendung semacam aku pingin hujan-hujan. Bahkan aku bisa duduk berjam-jam untuk melihat derasnya tangisan mendung dari jendela. Hingga aku bisa mendengar rindumu memanggil namaku sekarang, menembus berbagai tetes hujan yang makin merapat dicampur angin. Banyak yang tercurah saat hujan mengguyur seluruh tubuhmu. Pilu tapi tetaplah bertahan karena aku menyemangati dari jauh. Menangislah ditengah hujan tak ada yang tau kalau kau sedang menangis. Lantas kubawakan payung pelindung kerapuhan (Cerita ditengah hujan)--- Payung Pelindung 


 By : Indah

Hiyaak sekarang ada lagi idenya nyicil ngumpulin 100 puisi pendek :p
Yang suka boleh kopas kok <-- PD banget ada yang ngopas huahaha
Ini kumpulan puisi puisi pendek berbagai tema dengan tanda # kebanyakan dibuat pas malam malam gitu kalo nggak bisa tidur...iseng iseng nyepam ditwitter hohohoo terus ya aku iseng iseng aja ngepos blog wkwk Terus ada satu cerita pendek juga diakhiran puisi. Itu khusus tuh...lucukan~~ limited edition *opo seh*




Selasa, 05 Maret 2013

Mari bercerita melalui gambar

Im not expert bahkan aku mendapat julukan miss copy. Ya, karena menjiplak adalah keahlianku haha :D Kusadari bahwa keahlian yang satu ini sejak kelas 1 SMA juga hadeeehh -___-“ padahal waktu SMP sudah ada peminatan seni : seni gambar, tari atau vokal dan saya memilih tari :) tapi masih menyenangkan.

Jika hidupku tertuang dalam sebuah tulisan maka gambar adalah pelengkap kisahku. Aku tidak pernah ingat gambar pertamaku yang mana tapi ada contoh gambarku : 



Contoh aku bikin poster dalam rangka tugas :D


Haha ini chibi ku waktu SMA :D ternyata masih ada fotonya. Rambut merah, poni carla, muka jutek  



Selebihnya ada dibuku gambar, sebagian ada di binder dan aku tak tahu sekarang berada dimana T.T *harus dicari ulang* . Masih berbau anime.  See, tidak sejago itukan. Hanya saja aku sering terkesima melihat lukisan terutama komik hingga mungkin saking freaknya kuteliti setiap jengkal goresan sampai model gambarannya siapa dan tiap ketebalan garis pada bagian mata dan rambut tokoh. Perlu digaris bawahi bahwa komik adalah soulku dalam hidup haha alaynya kambuh.

Dulu, ini masih tetap cerita semasa umur 1 sampai 20 tahun pokoknya. Sehari bisa baca komik sampai 10 komik dan itu sewa ditoko komik. Aku tak pernah beli ahh..otaku macam apa. Masih mengingatkanku pada orang-orang ini --> Danny, Fenny dan Fika. Kami adalah penggila komik. Komik yang paling favorit adalah…*Nabuh drum* :

1. Naruto (padahal komik ini sangat susah buat di update, mendapatkannyapun butuh perjuangan) 


2. Detektive Conan (Ampun deh sama yang satu ini, masyaallah…kalo ada yang baru di persewaan pasti pada rebutan minjemnya alhasil merayu abangnya adalah taktik cerdas dan kenapa harus saya yang dijadikan korban rayu merayu *sedih* ) 


3. Alice academy (mungkin banyak yang tak tahu komik ini, but this comic!!! *nada naik satu oktaf* komik anak SD *zonk* semacam cerita fantasi tapi romancenya anak SD gitu masih unyu unyu hehe) 


Setiap komik punya ceritanya sendiri yang khas tapi kebanyakan unsur lovenya kemana-mana. Beberapa jadi kesukaan dan ditunggu banget setiap kemunculannya. Kembali ketopik menggambar. SMA kelas 2 meloncatlah ke kalangan anak-anak IPS hehe. Tapi entah kenapa aku sering main main ke anak bahasa bahkan sempat ikut lomba komik perwakilan anak bahasa yang jelas-jelas lawannya anak ITS tewaslah sudah saya. *mundung dipojokan*

Begitu masuk keruangan. Kan ceritanya ini ngeliat komik yang ditempel dimading berarti itu yang menang. Disitu ada banyak komik yang ditempel. Pas, aku baca satu-satu wah keren keren ceritanya sampai akupun bingung tujuanku dateng kesini kan ngeliat siapa tau menang. Kemudian, aku teliti profil dari komikusnya la kok anak ITS jurusan desain grafis *Hell..* terus buru-buru keluar gitu aja hahaha payah..ya emank amatir buanget sih waktu itu. Berani banget bocah ingusan nantangin anak gede, sampai sekarang juga ndah.. -__-“

Masihku ingat JPC ya JPC (Japan Pop Culture) di UNESA, itu sekalian nganter anak-anak cosplay dengan tema Tokyo mew mew 


Masa putih abu-abu berlalu terus masuk kuliah *surem* ahhaa >.< mulai kutanggalkan satu persatu yang namanya menggambar. Aku kehilangan soulmate menggambarku yak Drawing pen hiks…bahkan sampai sekarang :/.

Terkadang dengan menggambar aku bisa mengembalikan mood, dengan menggambar aku bisa kembali menjadi diriku seutuhnya bahkan dengan menggambar aku merasa bahwa aku tak pernah kehilangan masa kekanakanku. Jadi jangan heran ketika mataku bersinar hanya karena melihat sebuah gambaran.

Sebuah visualisasi mati ya, benda mati yang tidak bergerak. 
Kau gerakkan dengan khayalan dan kau hidupi dengan segenap hati melalui jari jarimu. 
Tak usah takut bahwa setiap goresan akan merusak gambarmu
Karena dari situlah semua kesenanganmu dimulai.


Cinta Level Pendidikan

Malam ini dingin dan sepi saat semua mata menutup rapat. Hanya ada cahaya handphone terpasang headset yang mengalunkan nada nada galau kesukaan. Kuputar sebuah irama menyayat hati mendesahkan segala kehidupan. Boleh kah berhenti sejenak untuk tidak mengenangnya. Capek rasanya kala hati tak ingin dinego untuk tak memikirkan kisah rumit asmara. Entah duka, jatuh cinta, merindu, patah hati atau kenangan lama. Matikan dan buat amnesia mungkin permintaan gila tapi ini menghambat semua laju perasaanku.

Izinkan aku menyerah atas dasar tak sanggup menahan pedih. Sudah tidak pernah menangis lagi hanya tinggal rasa beku. Tak segan aku jatuh cinta tak segan juga aku patah hati. Bibir ini manyun bermata kosong, nyengir kepada layar handphone yang menayangkan sepenggal kisah dan cahaya mati. Proses mencintai dicintai disakiti menyakiti lantas apa lagi ? Ya sudah berputar seperti roda. Atau aku kurang menelan sisi pahit yang lain dari kisah romansa yang lebih absurd ? Menggelikan.


Lelah mencari kebenaran "the true love". Tubuhku melenggang miring sekarang, masih sibuk bermain main playlist, senandung dari alm.Chrisye sering kudengungkan. Ada daya tarik disetiap liriknya, semua tentang cinta seperti gravitasi yang menarikmu terus kebawah kadang-kadang melambung saat kharisma si cinta mulai menguat , nge-fly sebutan kerennya. 

Bisa diibaratkan bumi ini tubuh dan gravitasi adalah rasa (cinta). Disela sela galau tercetus untuk menyambungkan arti cinta dengan level pendidikan :

Jika saat ini aku SD, aku akan mengartikan cinta itu permen. Permen (cinta) manis seharga Rp.100 perbutirnya atau cilok yang sama sama 100 rupiah juga.
Diriku saat SMP memaknai cinta adalah monyet. Jantung berdegup kencang pertama kali dan otomatis kedua tangan seakan-akan memukul mukul dada seperti gorila.
Aku yang jadi anak SMA mendefinisikan cinta sebagai kisah putih abu abu. Roman picisan antara kakak tingkat dan juniornya.
Namun saat jadi mahasiswa, menginterpretasikan cinta sebagai tanda tanya. Meminta dibuatkan matakuliah Dasar Dasar Cinta atau Pengantar Ilmu Cinta dengan total 3 sks. Konyol.


10 menit lalu mulut ini manyun, 5 menit berikutnya kukulum senyum miris menanyakan betapa beban dan asiknya mengkhayal soal cinta. Cinta tak pernah nyata, sosok manusianya yang membuat itu berwujud. Dikonstruk dari hati direalisasikan oleh tindakan. Lucu unik menggemaskan bahkan menyengsarakan. Kumatikan segala gadget ditangan timing untuk selimut menghangatkan. Lepaskan semua rasa dan selamat menjamah mimpi :')

by : Indah

Jadi mana analogi cintamu dalam level pendidikan? :p
Lagi lagi saya suka bercerita kisah kisah pendek tanpa alur...

Sabtu, 02 Maret 2013

Kepada yang terjaga

Teruntuk saya(ng)



Hallo..
Kata kata pertama untuk saya(ng) kesekian kali. Kuulangi lagi surat kaleng bermuatan roman picisan. Jangan tertawa ya, jangan menganggap saya berlebih, jangan mengatakan saya alay karena alaypun bagi saya adalah bentuk komunikasi unik tersendiri. Ini sangat lucu.
Beribu kata tertuju padamu yang tak pernah kau tau. Setiap penyesalan yang ada padaku kan saya simpan. Sepertinya saya sangat menyukai lagu ini lirik ini.


"Tuhan kucinta dia berikan aku hidup, tak kan kusakiti dia hukum aku bila terjadi"

Saya masih merasakan rasanya, detak jantungnya yang jauh, suaranya yang parau namun khas bahkan posisimu saat duduk waktu dibangku sekolah. Susah rasanya menghapuskan bayangmu. Membuat saya sering terjaga. Dirimu juga terjaga kan? Iyakan saja agar saya tak merasa sendiri.

"Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengakuku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta"

Hanya padanya bibir ini melebar meluncurkan setiap kata romantis berlebihan yang dulu pernah saya cemooh. Pernah tak saya percaya akan rasa cinta. Kini saya kena batunya. Menelan rasa pahit dalam belenggu. Ahh... Saya(ng) jatuh cinta. Mudah jika semua ditulis disini. Cinta tak terucap tapi mendalam dan nyata.


Senyum itu, kemahamenyebalkanmu merayapi sosok saya. Ketika sendiri memandangi bayangmu, tawa saya mengenaskan. Menggapai punggungmu saja, hangatmu saat menyapa... sudah cukup 
Bagaimana bisa saya memilikimu? 
Jaraknya sangat sangat jauh tak bisa dijangkau atau dihitung dengan rumus panjang kali lebar matematika bahkan rumus fisika.


Mengagumi keberadaanmu saya(ng). Terhenyuh. Ada dimana mana namamu kalau kau tau. Pasaran memang, kebetulan memang, tapi bukan alasan saya menyebutnya demikian. Itu adalah firasat. Tanda tak bertuan yang dikirim Tuhan agar saya bisa terus merasakan indahnya cinta.

Apapun yang kau lakukan saya melihat detailnya, menirukannya, menyunggingkan senyum melucu padamu hanya karena tulisanmu mirip cakar ayam. Bodoh memang tapi saya suka. Caramu berkedip, menghembuskan nafas, cara berjalan, gerak tanganmu bahkan kebiasaanmu mengucapkan kata "haa?" sekalipun seperti virus yang meng-kongsletkan otak saya. Otak saya perlu diservis sepertinya...



Jika saya(ng) terjaga maka ditemani saya(ng) dalam gelap
Jika saya(ng) terlelap maka dimimpikan saya(ng) dalam tidur



Tertanda saya(ng)

Dreamer :')


By : Indah

Untuk siapa saja yang sedang kasmaran #ecieee *bukan termasuk author* disini author tidak boleh melibatkan perasaan emosional #tsaah galau hahaha :D
Sekian