Sayangnya berakhir tak asik.
Meninggalkanku kah jawabnya. Sakit sangat sakit. Semua yang pernah kita lewati
berujung pada jawaban kekecewaan yang menjelaga. Siapa yang salah siapa yang
jahat?. Datang disaat yang salah dan kamu menyalahkanku. Apa yang kurasa tak
pernah kumengerti bahkan selalu salah. Untuk apa mempermasalahkan ini semua
ketika aku kelak akan menderita. Ketika nantinya hanya kebohongan akan
perasaan. Aku akan berhenti dan menghentikan rasa (Cerita hampir
berakhir)---Rasa
61. Diam diam sendu,
kisah kelabu menyergap. Bertahta hampa syahdu melaga. Indah seraya mengingat
memori kalbu #puisimalam
62. Putih abu-abu
masih tentang kita. Tak memudar menjadi kepingan. Melebur membentangkan romansa
SMA #puisimalam
63. Redupkan cahaya
semu. Rindu kian mericuh. Siluet abu-abu tunjukkan bayang tentangmu #puisimalam
64. Langit enggan
membiru, menyirat semburan abu-abu. Kaburkan pandangan tentang jingga yang
menyeru #puisimalam
65. Kepala berputar
penuhi kenangan tentangmu. Matikan setiap saraf otakku, jatuhku dalam warna
kelabu perasaan #puisimalam
66. Putar waktuku
untuk kehadiranmu. Masa lalu mengundang keindahan yang menghardik sakit hatiku
#puisimalam
67. Putar kenangan
tentangmu. Menyalakan api kerinduan. Membekukan segala rasa senyap berselimut
malam #puisimalam
68. Sejak saat itu
yang artinya sayang terlampau kelam. Mengharubiru menjadi tunggu. Sabar pasti
menghasilkan buah rindu #puisimalam
69. Tetaplah
disampingku, rindu napasmu yang mencemari ruang keluku. Hangat. Menghidupkan
dunia kelabu #puisimalam
70. Aroma napas
tubuhmu membuatku fana. Menyusup keparu-paru lantas sesak, racunkah yang
kuhirup atau cinta yang pekat? #puisimalam
71. Hirup saat kau
butuh lalu lepaskan. Tarik ulur napas tak teratur sama seperti rasamu padaku.
Menjadi karbon kehampaan #puisimalam
72. Aku hanya jeda
dalam napasmu. Bukan apa apa sebatas lompatan. Hembusan tanpa arti yang
memberiku makna #puisimalam
73. Mengapa napas ini
memburu? Mendekati sosok auramu. Jantung berhenti seketika, jatuh cintakah aku?
#puisimalam
74. Kadang aku tak
ingin tidur. Menjalani mimpi yang sekedar fantasi. Dibawa melambung lalu
dilontarkan lantas mengayun sampe jatuh #puisimalam
75. Bundar bumi
berputar bak roda. Langit melingkar hembuskan angin malam. Dingin menerjang
mendekap sang bulan #puisimalam
76. Setiap malam,
gelap meradang. Seluruh tubuhmu seakan dalam genggaman. Membayangkan keindahan
dalam kenangan #puisimalam
77. Ketika alunan
Venus meredam segala emosi, ketika suaranya menenangkan awal kemarahan. Dan
biarkan mengalir seperti ini #Venuspoem
78. Cermin sang putri
memantulakan sepi. Wajahnya keru rindu keajaiban si peri #puisiperi
79. Sakitnya melebihi
apapun. Rasakan sayatan pedang tumpul dan cambukan pecut bergerigi menyalak
keras dalam hati. Kapan sembuhnya? #puisimalam
80. Jika Venus adalah
aku maka kamu Mars yang merah menyala. Segalanya cintanya berputar berjenis
planet yang penuh misteri #Venuspoem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar